
Photo
KABAR palsu tentang mendiang Ratu Elizabeth II muncul di beranda sejumlah media sosial. Informasi tersebut menyebar melalui tangkapan gambar dengan keterangan yang menyesatkan. Katanya, foto itu menunjukkan Ratu Elizabeth II tengah melihat penyimpanan emas miliknya.
”Simpanan emas 24 karat Ratu Elizabeth, yang tersimpan di ruang bawah tanah,’’ begitu keterangan tangkapan gambar yang diunggah akun Facebook Susan pada 13 September 2022 (cutt.ly/SimpananEmasRatu).
Akun Facebook tersebut mengunggah tangkapan gambar dari aplikasi TikTok akun Pejuang Logam Mulia. Nah, tangkapan gambar itu memang memperlihatkan perempuan kelahiran 1926 tersebut seperti meninjau emas di sebuah ruangan.
Tapi, janggal jika menyebut bahwa kondisi itu merupakan ruang bawah tanah milik Ratu Elizabeth. Khususnya sebagai penyimpanan emas miliknya. Sebab, tak ada sumber resmi yang menyertai informasi itu.
Berdasar penelusuran, cuplikan gambar Ratu Elizabeth II yang sedang memperhatikan benda yang mirip emas itu salah satunya diunggah situs penyedia foto, Getty Images. Foto tersebut diabadikan oleh fotografer Eddie Mulholland.
Judul berita foto itu berbunyi, Ratu Elizabeth II dan Duke of Edinburgh Kunjungi Bank of England. Keterangan itu menyebutkan bahwa Ratu Elizabeth II sedang melihat tumpukan emas saat mengunjungi Bank of England bersama Pangeran Philip, Duke of Edinburgh.
Kunjungan pada 13 Desember 2012 di London itu juga memperlihatkan Gubernur Sir Mervyn King bertemu dengan Ratu dan Duke sebelum mereka mengunjungi aula perbankan untuk membahas kontrol sistem pembayaran. Para pejabat kerajaan itu melihat uang kertas, mata uang palsu, brankas emas, barang-barang bersejarah, bertemu dengan pakar emas, staf keamanan, dan kantor operasi pasar saat mereka berkunjung ke Bank of England. Anda dapat membacanya di cutt.ly/RVHOxjx.
Portal BBC juga mengunggah video kunjungan kerajaan tersebut pada 13 Desember 2012. Keterangan itu menyebut, Gubernur Bank of England Mervyn King mengatakan bahwa pasangan kerajaan telah bertemu ”pahlawan tanpa tanda jasa’’ dari ekonomi Inggris selama tur mereka. Anda dapat melihatnya di cutt.ly/KunjunganKerajaan.
Nah, soal apakah emas yang berada di dalam Bank of England itu milik Ratu Elizabeth II atau kerajaan, situs resmi milik Bank of England menjelaskan bahwa klaim Bank of England milik keluarga kerajaan atau pribadi itu tidak benar.
Situs tersebut mengungkapkan, dulu pemegang saham pertama berasal dari berbagai latar belakang dan profesi. Termasuk tukang kayu, pedagang, dokter, kesatria, dan bangsawan. Saat ini saham sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Inggris. Modal bank dipegang oleh Treasury Solicitor atas nama HM Treasury.
”Meskipun kami dimiliki oleh HM Treasury, kami menjalankan tanggung jawab kami secara independen. Kami bebas dari pengaruh politik sehari-hari,’’ begitu penggalan keterangan yang diunggah bankofengland.co.uk.
FAKTA
Foto tersebut memperlihatkan Ratu Elizabeth II mengunjungi Bank of England pada 2012. Kepemilikan saham bank itu saat ini sepenuhnya dipegang oleh Treasury Solicitor atas nama HM Treasury.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
