
Photo
INFORMASI tentang Malaysia dan Indonesia beberapa hari terakhir santer bermunculan di beranda medsos. Misalnya, kolase rekaman yang diunggah akun Facebook Bakhtiar yang menyebut Sabah dan Sarawak akan bergabung NKRI karena dianaktirikan pemerintah Malaysia.
’’SABAH DAN SERAWAK AKAN GABUNG KE NKRI APA ITU AKAN TERJADI SIMAK VIDIONYA Kabar Sabah dan Sarawak yang akan gabung ke NKRI di karena kan kepemerintahan Malaysia yang meng anak tirikan dua provinsi tersebut yang ada berada pada kepulauan Kalimantan. Apakah Indonesia akan menambah provinsi dan mendapatkan saudara baru,’’ tulis akun tersebut.
Video 14 menit 45 detik itu sama seperti rekaman berbagai tempat dengan video yang berbeda-beda. Beberapa menampilkan komentar tokoh dan bahkan memperlihatkan Presiden Joko Widodo (bit.ly/BergabungkeNKRI).
Jelas informasi dan video yang beredar tak sesuai konteks. Narasi berita yang dibacakan pun tak relevan dengan kondisi saat ini dan bahkan dengan kolase video itu. Tak ada satu pun yang menyebut bahwa Sabah dan Sarawak memutuskan bergabung dengan Indonesia.
Pertama, video cuplikan pada menit-menit awal. Berdasar penelusuran, rekaman awal itu menunjukkan pendapat para petinggi dan pemimpin negara Malaysia tentang berpindahnya ibu kota negara DKI Jakarta ke Kalimantan. Video tersebut diunggah UbahTV pada 2019. Judulnya berbunyi, Chan Foong Hin - Pemindahan Ibu Kota Indonesia, Bagaimana Sabah & Sarawak Mendapat Manfaat?
Nah, video itu selebihnya tentang pendapat dan pandangan atas rencana perpindahan ibu kota negara RI. Salah satunya, bagaimana upaya pemerintah Malaysia mengambil kesempatan pada rencana perpindahan ibu kota Jakarta ke Kalimantan. Serta, bagaimana pemerintah Malaysia melakukan pemanfaatan tersebut sehingga berdampak pada Sabah dan Sarawak. Tak ada pernyataan resmi tentang rencana pindah dan lepas dari Federasi Malaysia menuju Indonesia. Anda dapat melihatnya di bit.ly/VideoKinibalu2019.
Selanjutnya, di berita yang dibaca narator juga tak ada keterangan resmi atas dua negara bagian Malaysia, Sabah dan Serawak, yang akan gabung dengan Indonesia. Berdasar penelusuran, berita tersebut membaca dari portal suarapemredkalbar.com. Judulnya berbunyi, Pisah dari Malaysia, Sabah dan Sarawak Gugat Inggris dan Lapor PBB. Berita itu terbit pada Oktober 2021. Isi ulasan tersebut menjelaskan protes LSM Negara Bagian Sabah dan Sarawak kepada Inggris dan melapor ke PBB.
’’Menggugat British karena memfasilitasi Sabah dan Sarawak bergabung dengan Federasi Malaysia tahun 1963 atau Malaysia Agreement 1963, MA 1963,’’ tulis siaran pers bersama Dominique Ng, Robert Pei, Daniel John Jambun. dan Peter John Jaban, Minggu, 10 Oktober 2021. Anda dapat membacanya di bit.ly/GugatInggrisMA63. (zam/c7/jun)
---
FAKTA
Kabar Sarawak dan Sabah akan pisah dari Malaysia dan bergabung dengan Indonesia itu keliru. Dua negara bagian tersebut masih menjadi bagian dari Malaysia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
