Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2020 | 09.48 WIB

Hoaks Warga Selandia Baru Masuk Islam karena Virus Korona

Photo - Image

Photo

PRODUSEN hoax seperti tak pernah kehabisan bahan untuk membuat kabar palsu tentang efek pandemi Covid-19. Video apa pun bisa dikaitkan dengan wabah global akibat virus mematikan itu.

Contohnya video yang memperlihatkan warga Selandia Baru menangis dengan iringan lantunan azan. Entah dari mana asalnya, tiba-tiba banyak yang membagikan video tersebut dengan narasi bahwa 150 pemuda dan perempuan Selandia Baru memeluk agama Islam di tengah pandemi Covid-19.

”Berkah dari wabah corona,,, subhanallaahh,” komentar akun Facebook Andre Andreas sembari membagikan postingan milik akun Andi. ”Masya Allah, ya Allah Alhamdulillah. 150 pemuda dan wanita di Selandia baru yang baru masuk Islam bergetar dan menangis mendengar suara panggilan berdoa dan doa.” Begitu narasi yang ditulis Andi untuk melengkapi video tersebut (bit.ly/150MasukIslam).

Video berdurasi 2 menit 10 detik itu diawali ”adegan” Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Kate Laurell Ardern mengucapkan kata, ”We are one”. Selanjutnya, sorotan kamera beralih ke ratusan warga perempuan yang mengenakan kerudung. Meski beberapa di antaranya mengenakan pakaian agak terbuka.

Saat ditelusuri menggunakan situs padanan gambar, video serupa ternyata pernah diunggah portal berita milik jaringan radio Prancis rtbf.be pada 22 Maret 2019. Potongan video itu digunakan untuk melengkapi pemberitaan tentang santunan terhadap korban penembakan di Christchurch.

Disebutkan, selama sepekan setelah tragedi penembakan brutal Masjid Al Noor, warga Selandia Baru telah melakukan mobilisasi dengan jumlah besar untuk perayaan tradisional Haka Maori. Selanjutnya, pada Jumat, warga mencium para tetangga mereka yang beragama Islam. Hal itu merupakan bentuk ekspresi solidaritas atas tragedi tersebut.

Selain itu, banyak perempuan di seluruh Selandia Baru yang memilih mengenakan syal pada Jumat. Tujuannya ialah mengekspresikan solidaritas terhadap komunitas muslim. Beragam foto tersebar luas melalui jejaring sosial sekaligus menuliskan tagar #HeadScarfforHarmony. Selengkapnya Anda dapat membaca ulasan itu di bit.ly/SemingguTragedi.

Di video yang diunggah akun Andi, ada satu sesi yang memperlihatkan ratusan orang berkerumun di halaman masjid. Rekaman yang sama ternyata pernah diunggah kanal YouTube One News PH pada 22 Maret 2019. Judul yang ditulis kanal itu menyebutkan bahwa perisai manusia terbentuk di sekitar masjid di Selandia Baru untuk melindungi umat muslim yang sedang berdoa. Anda dapat melihat sesi itu pada detik ke-10 di bit.ly/SalahJumat2019.

FAKTA

Video yang memperlihatkan sejumlah perempuan Selandia Baru menangis dengan latar belakang lantunan azan itu direkam pada 22 Maret 2019. Mereka menghadiri peringatan satu minggu setelah penembakan terhadap jamaah Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore