
Photo
PRODUSEN hoax seperti tak pernah kehabisan bahan untuk membuat kabar palsu tentang efek pandemi Covid-19. Video apa pun bisa dikaitkan dengan wabah global akibat virus mematikan itu.
Contohnya video yang memperlihatkan warga Selandia Baru menangis dengan iringan lantunan azan. Entah dari mana asalnya, tiba-tiba banyak yang membagikan video tersebut dengan narasi bahwa 150 pemuda dan perempuan Selandia Baru memeluk agama Islam di tengah pandemi Covid-19.
”Berkah dari wabah corona,,, subhanallaahh,” komentar akun Facebook Andre Andreas sembari membagikan postingan milik akun Andi. ”Masya Allah, ya Allah Alhamdulillah. 150 pemuda dan wanita di Selandia baru yang baru masuk Islam bergetar dan menangis mendengar suara panggilan berdoa dan doa.” Begitu narasi yang ditulis Andi untuk melengkapi video tersebut (bit.ly/150MasukIslam).
Video berdurasi 2 menit 10 detik itu diawali ”adegan” Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Kate Laurell Ardern mengucapkan kata, ”We are one”. Selanjutnya, sorotan kamera beralih ke ratusan warga perempuan yang mengenakan kerudung. Meski beberapa di antaranya mengenakan pakaian agak terbuka.
Saat ditelusuri menggunakan situs padanan gambar, video serupa ternyata pernah diunggah portal berita milik jaringan radio Prancis rtbf.be pada 22 Maret 2019. Potongan video itu digunakan untuk melengkapi pemberitaan tentang santunan terhadap korban penembakan di Christchurch.
Disebutkan, selama sepekan setelah tragedi penembakan brutal Masjid Al Noor, warga Selandia Baru telah melakukan mobilisasi dengan jumlah besar untuk perayaan tradisional Haka Maori. Selanjutnya, pada Jumat, warga mencium para tetangga mereka yang beragama Islam. Hal itu merupakan bentuk ekspresi solidaritas atas tragedi tersebut.
Selain itu, banyak perempuan di seluruh Selandia Baru yang memilih mengenakan syal pada Jumat. Tujuannya ialah mengekspresikan solidaritas terhadap komunitas muslim. Beragam foto tersebar luas melalui jejaring sosial sekaligus menuliskan tagar #HeadScarfforHarmony. Selengkapnya Anda dapat membaca ulasan itu di bit.ly/SemingguTragedi.
Di video yang diunggah akun Andi, ada satu sesi yang memperlihatkan ratusan orang berkerumun di halaman masjid. Rekaman yang sama ternyata pernah diunggah kanal YouTube One News PH pada 22 Maret 2019. Judul yang ditulis kanal itu menyebutkan bahwa perisai manusia terbentuk di sekitar masjid di Selandia Baru untuk melindungi umat muslim yang sedang berdoa. Anda dapat melihat sesi itu pada detik ke-10 di bit.ly/SalahJumat2019.
FAKTA
Video yang memperlihatkan sejumlah perempuan Selandia Baru menangis dengan latar belakang lantunan azan itu direkam pada 22 Maret 2019. Mereka menghadiri peringatan satu minggu setelah penembakan terhadap jamaah Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
