Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Oktober 2019 | 02.51 WIB

Sebar Isu Penculikan dengan Gabung Dua Video

Hoax penculikan anak - Image

Hoax penculikan anak

JawaPos.com - Kabar penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya kembali menjadi perbincangan di media sosial. Informasi itu disertai video yang cukup meyakinkan. Awalnya, tampak dua orang dihujani pukulan dan tendangan oleh warga. Katanya, mereka adalah pelaku penculikan. Video itu berlanjut dengan adegan seorang ibu memunguti balok es yang menutupi bocah di dalam peti berbahan styrofoam. Bocah itu disebut sebagai korban penculikan.

Jawa Pos menemukan video itu disebar pemilik akun Facebook David Lim (fb.com/david.lim.311) pada 20 Oktober lalu. David juga menuliskan keterangan bahwa ada 300 anak yang ditemukan di Tiongkok dalam keadaan beku, kemudian organ tubuhnya dijual. ”Anak2 di China diculik dibekukan organ tubuhnya dijual belikan di ketemukan sejumlah 300 anak, ketahuan pelakunya digebukin massa,” tulis David.

Namun, ada beberapa kejanggalan dalam video yang menyebar. Pada adegan dua orang digebuki massa, mayoritas orang menggunakan jaket tebal. Menandakan cuaca di Tiongkok saat itu sangat dingin. Sementara itu, pada adegan ibu-ibu memunguti balok es yang menutupi bocah di dalam kotak styrofoam, semua mengenakan pakaian tipis. Sepertinya, dua adegan itu diambil pada waktu dan musim yang berbeda.

Memanfaatkan situs Yandex.com, potongan video pria dipukuli dan anak dalam peti styrofoam tersebut pernah diunggah situs berita berbahasa Mandarin, shobserver.com. Sesuai terjemahan, situs itu menuliskan judul dalam kalimat tanya. Bunyinya, Setelah Anak Itu Diculik, Dibekukan, dan Jantungnya Diambil? Video Three In One, Sebuah Rumor dan Dibesarkan-besarkan.

Berita yang terbit pada 5 Januari 2018 itu mengungkap hasil verifikasi polisi Sinan tentang kejadian pada 14 Desember 2017. Saat itu, Wang dan Lumou serta dua orang lainnya pergi ke Desa Bendungan Segitiga di Kota Shaojiaqiao, Sinan. Mereka bermaksud menjual barang kepada beberapa orang setengah baya dan lanjut usia.

Namun, warga memukuli empat pria tersebut setelah curiga bahwa mereka hendak melakukan penipuan kepada orang tua. Anda bisa membacanya di bit.ly/TuduhanPenipuan.

Sementara itu, potongan video tentang anak yang dipenuhi balok es pernah diunggah portal berita news.sina.com.cn. Berita yang terbit pada 14 Juli 2017 tersebut mengungkapkan dengan jelas bahwa polisi Provinsi Hunan memastikan anak itu meninggal karena tenggelam. ”Dia tidak dibius para pedagang manusia atau mati beku.” Begitu penjelasan kepolisian Hunan di Kabupaten Taojiang, Yiyang, Provinsi Hunan.

Anak itu ditumpuki es batu karena suhu di daerah tersebut sedang panas-panasnya. Anggota keluarga memutuskan untuk memasukkan jenazah ke dalam kotak styrofoam penuh dengan es batu untuk dibawa pulang ke Taojiang, Kota Xiushan. Anda dapat membaca berita itu di bit.ly/KarenaTenggelam.

FAKTA

Video yang disebar David Lim merupakan gabungan kejadian dari dua kasus berbeda di Tiongkok. Pertama tentang pemukulan yang dipicu dugaan penipuan. Kedua tentang seorang anak yang meninggal karena tenggelam.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore