
Hoax jalan jepang
JawaPos.com - Informasi palsu tentang dampak topan Hagibis di Jepang masih berseliweran di medsos. Informasi itu berkaitan dengan pemulihan pascabencana. Tampak sebuah gambar yang menunjukkan jalan alternatif melalui lokasi longsor. Katanya, Jepang telah membuat jalan baru hanya dalam waktu 24 jam.
Salah satu yang membagikan kabar tersebut adalah akun Twitter Sajith Abeywardhana (@sajithswa). ”Jalan darurat yang dibangun di Jepang dalam waktu 24 jam. Agar arus lalu lintas tetap terjaga setelah jalan utama ditutup karena longsor.” Begitu narasi yang ditulis pada 12 Oktober 2019 dengan menuliskan beberapa tagar.
Secara logika, kabar tersebut tentu tidak masuk akal. Sebab, beberapa akses utama di sejumlah pusat kota terbilang lumpuh. Seperti pemberitaan Jawa Pos kemarin (14/10), deretan kereta peluru Shinkansen di Nagano juga terendam banjir.
Sejumlah foto juga menunjukkan personel militer masih mengevakuasi sejumlah korban. Disebutkan juga, lebih dari 100 ribu personel turun ke lokasi-lokasi terdampak topan Hagibis untuk membantu evakuasi warga. Itu artinya, selama beberapa hari terakhir, pemerintah Jepang memang fokus pada penyelamatan warga di daerah-aerah terdampak.
Kejanggalan juga tampak pada foto jalan yang diunggah akun Sajithswa lantaran tidak menunjukkan sebuah pantai yang porak-poranda akibat topan. Malah memperlihatkan jalan terpotong akibat longsor, kemudian dibangunkan jalan sementara berbentuk jembatan untuk menghindari longsor tersebut.
Memanfaatkan situs padanan gambar, foto itu sebenarnya sama sekali tidak berkaitan dengan topan Hagibis. Foto dengan sudut pandang yang berbeda pernah diunggah portal berita fukuishimbun.co.jp pada 1 November 2018.
Portal berbahasa Jepang itu memberitakan bahwa jalan raya nasional nomor 305 yang menghubungkan Akasaka-sho dengan Ikura-cho, Kota Fukui, putus karena tanah longsor setinggi 60 meter. Sebelum itu, hujan lebat mengguyur Fukui mulai 5 hingga 8 Juli 2018.
Pemerintah Prefektur Fukui memutuskan untuk membangun jalan sementara berbentuk U. Jalan sementara itu menghindari area longsor dengan penyangga puluhan tiang besi. Waktu pembuatan jalan sepanjang 208 meter dengan lebar 6 meter itu bukan 24 jam. Namun, jalan diselesaikan dalam waktu dua bulan. Jalan tersebut hanya dapat dilalui satu kendaraan.
Seperti pemberitaan Fukui Shimbun, otoritas setempat telah merampungkan pembersihan material longsor pada awal Agustus. Saat itu, hasil survei geologi memperkirakan, jalan nasional nomor 305 itu dapat berfungsi optimal pada akhir 2019. Anda dapat membaca beritanya di bit.ly/LongsorNov2018.
FAKTA
Foto jalan yang diunggah akun Sajith Abeywardhana tidak berkaitan dengan topan Hagibis. Foto itu memperlihatkan jalan sementara yang dibangun Pemerintah Prefektur Fukui, Jepang, pada 2018 untuk menggantikan jalan yang longsor. Pembangunan berlangsung dua bulan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
