Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Oktober 2019 | 13.34 WIB

Viral Foto Pembangunan Jalan Hanya 24 Jam di Jepang

Hoax jalan jepang - Image

Hoax jalan jepang

JawaPos.com - Informasi palsu tentang dampak topan Hagibis di Jepang masih berseliweran di medsos. Informasi itu berkaitan dengan pemulihan pascabencana. Tampak sebuah gambar yang menunjukkan jalan alternatif melalui lokasi longsor. Katanya, Jepang telah membuat jalan baru hanya dalam waktu 24 jam.

Salah satu yang membagikan kabar tersebut adalah akun Twitter Sajith Abeywardhana (@sajithswa). ”Jalan darurat yang dibangun di Jepang dalam waktu 24 jam. Agar arus lalu lintas tetap terjaga setelah jalan utama ditutup karena longsor.” Begitu narasi yang ditulis pada 12 Oktober 2019 dengan menuliskan beberapa tagar.

Secara logika, kabar tersebut tentu tidak masuk akal. Sebab, beberapa akses utama di sejumlah pusat kota terbilang lumpuh. Seperti pemberitaan Jawa Pos kemarin (14/10), deretan kereta peluru Shinkansen di Nagano juga terendam banjir.

Sejumlah foto juga menunjukkan personel militer masih mengevakuasi sejumlah korban. Disebutkan juga, lebih dari 100 ribu personel turun ke lokasi-lokasi terdampak topan Hagibis untuk membantu evakuasi warga. Itu artinya, selama beberapa hari terakhir, pemerintah Jepang memang fokus pada penyelamatan warga di daerah-aerah terdampak.

Kejanggalan juga tampak pada foto jalan yang diunggah akun Sajithswa lantaran tidak menunjukkan sebuah pantai yang porak-poranda akibat topan. Malah memperlihatkan jalan terpotong akibat longsor, kemudian dibangunkan jalan sementara berbentuk jembatan untuk menghindari longsor tersebut.

Memanfaatkan situs padanan gambar, foto itu sebenarnya sama sekali tidak berkaitan dengan topan Hagibis. Foto dengan sudut pandang yang berbeda pernah diunggah portal berita fukuishimbun.co.jp pada 1 November 2018.

Portal berbahasa Jepang itu memberitakan bahwa jalan raya nasional nomor 305 yang menghubungkan Akasaka-sho dengan Ikura-cho, Kota Fukui, putus karena tanah longsor setinggi 60 meter. Sebelum itu, hujan lebat mengguyur Fukui mulai 5 hingga 8 Juli 2018.

Pemerintah Prefektur Fukui memutuskan untuk membangun jalan sementara berbentuk U. Jalan sementara itu menghindari area longsor dengan penyangga puluhan tiang besi. Waktu pembuatan jalan sepanjang 208 meter dengan lebar 6 meter itu bukan 24 jam. Namun, jalan diselesaikan dalam waktu dua bulan. Jalan tersebut hanya dapat dilalui satu kendaraan.

Seperti pemberitaan Fukui Shimbun, otoritas setempat telah merampungkan pembersihan material longsor pada awal Agustus. Saat itu, hasil survei geologi memperkirakan, jalan nasional nomor 305 itu dapat berfungsi optimal pada akhir 2019. Anda dapat membaca beritanya di bit.ly/LongsorNov2018.

FAKTA

Foto jalan yang diunggah akun Sajith Abeywardhana tidak berkaitan dengan topan Hagibis. Foto itu memperlihatkan jalan sementara yang dibangun Pemerintah Prefektur Fukui, Jepang, pada 2018 untuk menggantikan jalan yang longsor. Pembangunan berlangsung dua bulan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore