
Photo
TRAGEDI Halloween di Itaewon, Korea Selatan, dibuntuti kabar palsu. Informasi tersebut mengaitkan 153 pengunjung yang meninggal dunia dalam tragedi itu terkait vaksin Covid-19. Yakni, mayoritas korban gagal jantung karena disuntik vaksin AstraZeneca.
”Festival Halloween di Itaewon diadakan tiap tahun & selalu berjubel pengunjung. Kenapa baru sekarang banyak korban gagal jantung? Karena tahun ini hampir semuanya udah divaxsin AstraZeneca,’’ begitu penggalan narasi akun Lintias Else di sebuah grup Facebook.
Keterangan selanjutnya juga menyebutkan penyebab pembekuan darah setelah disuntik AstraZeneca. Nah, pembekuan darah itu berujung gagal jantung. ’’Berujung pada cardiac arrest/jantung,’’ begitu keterangannya sembari menyertakan video pendek (cutt.ly/KarenaAZ).
Akun tersebut juga menyertakan keterangan lainnya tentang tragedi di Itaewon. Misalnya, menyertakan tautan portal Detik Health yang mengabarkan korban tragedi Itaewon meninggal karena serangan jantung. Tapi, saat tautan tersebut dikunjungi, tak ada satu pun yang mengulas penyebab kematian karena mayoritas korban telah divaksin AstraZeneca.
Soal video pendek dengan tampilan capture berita tentang risiko darah beku akibat vaksin AstraZeneca juga tak ada kaitan dengan tragedi Itaewon. Portal berita asal Malaysia, Sinar Harian, menjelaskan studi internasional tentang risiko tinggi pembekuan darah, sindrom trombositopenia (TTS).
Kendati demikian, peneliti mengingatkan bahwa studi tersebut bersifat observasional. Artinya, studi tak dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat antara risiko trombositopenia dan vaksin tertentu. Anda dapat membacanya di cutt.ly/BukanSebabAkibat.
Soal penyebab kematian ratusan orang itu, jawapos.com tak menyebutkan karena vaksinasi. Melainkan karena terinjak-injak dan mengarah pada henti jantung akibat kekurangan oksigen. Keterlambatan pertolongan pertama menentukan hidup dan mati para korban.
Ada peluang selamat selama empat menit setelah jantung berhenti berdetak. Peluang itu tidak bisa dimanfaatkan karena lambatnya kedatangan tim penyelamat akibat jalan yang terblokade. Anda dapat membacanya di cutt.ly/TerinjakInjak
FAKTA
Meninggalnya 153 pengunjung di Itaewon karena terinjak-injak, lalu kekurangan oksigen dan jantung terhenti.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
