Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2023 | 13.42 WIB

Pasca Video Jokowi Berbahasa Mandarin Viral, Kini Beredar Video Prabowo Berpidato dengan Berbahasa Arab, Ini Faktanya!

Bacapres Prabowo Subianto menyapa relawan usai melakukan pendaftaran capres dan cawapres di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu (25/10/2023). - Image

Bacapres Prabowo Subianto menyapa relawan usai melakukan pendaftaran capres dan cawapres di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu (25/10/2023).

JawaPos.com – Viral beredar di media sosial sebuah video Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto berpidato menggunakan Bahasa Arab.

Sebagaimana diketahui, video Prabowo Subianto berpidato menggunakan Bahasa Arab tersebut berdurasi kurang dari 30 detik.

Dalam video tersebut Prabowo tampak mahir berpidato dengan bahasa Arab di mimbar dengan logo Kementerian Pertahanan RI.

Bakal calon presiden yang diusung oleh Partai Gerinda tersebut mengenakan kemeja putih dengan latar beberapa bendera Merah Putih.

Melansir dari Antara, Senin (13/11) video viral Prabowo berpidato menggunakan Bahasa Arab ialah hasil editan menggunakan AI.

Video asli yang telah diedit tersebut diunggah Kamis (2/11) pada kanal Warta Kota Production dengan judul “Arahan Prabowo ke Pimpinan TNI Soal Pengaruh Geopolitik Global.”

Menhan dalam pidatonya tersebut mengatakan terkait perkembangan geopoliyik dan geostrategis dunia yang cepat yang memberikan pengaruh kepada berbagai negara. Selain itu, ia juga menyinggung persoalan konflik yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina.

Video Prabowo hasil editan yang beredar di media sosial (TikTok @cuet_intan).

Hal Serupa Pernah Terjadi Pada Jokowi

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo, video berpidatonya juga sempat beredar menggunakan bahasa asing, Bahasa Mandarin.

Mengutip JawaPos.com, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, video Jokowi berpidato berbahasa Mandarin ialah hasil editan.

Menurut Semmy, video tersebut memiliki kesamaan dengan unggahan Channel YouTube The U.S. – Indonesia Society (USINDO) pada 13 November 2015.

“Secara visual, video tersebut identik, tetapi telah disunting sedemikian rupa yang diduga memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) deepfake,” ucapnya. 

Dengan beredarnya video hasil editan ini Dirjen Aptika Kemenkominfo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menerima informasi yang dapat dimanipulasi. Selain itu, ia mengingatkan agar tidak menyebarkan konten hoaks atau disinformasi dalam bentuk apa pun.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore