Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2023 | 20.51 WIB

Presiden Jokowi Ajukan 4 Tindakan Kepada Para Pemimpin Negara di KTT OKI untuk Hentikan Israel

Presiden Jokowi bersama para pemimpin negara saat menghadiri KTT Luar Biasa OKI di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (11/11). (Jokowi/Instagram) - Image

Presiden Jokowi bersama para pemimpin negara saat menghadiri KTT Luar Biasa OKI di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (11/11). (Jokowi/Instagram)

JawaPos.com - Dalam rapat darurat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Presiden Jokowi melayangkan empat tuntutan terkait konflik antara Israel dan kelompok militan Hamas, yang terjadi di Gaza, Palestina.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa rapat darurat tersebut sangat tepat untuk dilakukan, mengingat pentingnya untuk segera menghentikan agresi Israel terhadap warga Palestina yang sedang mengalami krisis kemanusiaan.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong agar OKI dapat bersatu di garda terdepan dan bisa merumuskan sesuatu yang konkret agar kekejaman Israel dapat segera dihentikan.

"OKI harus bersatu, harus berada di garis depan menggunakan semua cara damai, semua pengaruh, dan semua upaya diplomasi untuk bela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina," kata Presiden Jokowi saat hadiri KTT Luar Biasa OKI di Riyadh, yang dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (12/11).

Presiden Jokowi juga menyayangkan situasi saat ini dimana seluruh negara seakan tidak mampu untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dan menyelamatkan warga Palestina.

"Satu bulan telah terjadi kekejaman ini, dunia seolah benar-benar tidak berdaya. Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pemimpin negara, tapi sampai saat ini tak satupun mampu hentikan kekejaman ini," ungkapnya.

Kemudian sebagai solusi, Presiden Jokowi di hadapan para pemimpin negara Islam, menyampaikan 4 tindakan konkret yang harus dilakukan sebagai upaya untuk menghentikan agresi Israel terhadap Palestina.

Pertama, Presiden Jokowi kembali menyerukan bahwa gencatan senjata harus segera dilakukan.

"Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik. Israel telah gunakan narasi 'self defense' dan terus lakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah 'collective punishment'. Kita semua harus cari jalan agar Israel segera lakukan gencatan senjata," jelasnya.

Kemudian yang kedua, Presiden Jokowi meminta agar bantuan kemanusiaan harus dipercepat dan diperluas jangkauannya.

"OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih predictable dan sustainable," kata Presiden Jokowi.

"Situasi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel dan sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar. Untuk itu, Indonesia meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter Internasional," tambahnya.

Ketiga, Jokowi mendorong agar OKI dapat menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kejahatan perang yang telah dilakukannya.

"Misalnya, mendesak diberikannya akses pada Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk melaksanakan mandatnya, dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional," ujar Presiden RI itu.

Lalu yang keempat, Presiden Jokowi meminta OKI untuk mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya two-state solution (solusi dua negara) dan menolak pemikiran one-state solution (solusi satu negara), karena pasti hanya membuat Palestina yang dikorbankan.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore