
Presiden Jokowi bersama para pemimpin negara saat menghadiri KTT Luar Biasa OKI di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (11/11). (Jokowi/Instagram)
JawaPos.com - Dalam rapat darurat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Presiden Jokowi melayangkan empat tuntutan terkait konflik antara Israel dan kelompok militan Hamas, yang terjadi di Gaza, Palestina.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa rapat darurat tersebut sangat tepat untuk dilakukan, mengingat pentingnya untuk segera menghentikan agresi Israel terhadap warga Palestina yang sedang mengalami krisis kemanusiaan.
Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong agar OKI dapat bersatu di garda terdepan dan bisa merumuskan sesuatu yang konkret agar kekejaman Israel dapat segera dihentikan.
"OKI harus bersatu, harus berada di garis depan menggunakan semua cara damai, semua pengaruh, dan semua upaya diplomasi untuk bela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina," kata Presiden Jokowi saat hadiri KTT Luar Biasa OKI di Riyadh, yang dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (12/11).
Presiden Jokowi juga menyayangkan situasi saat ini dimana seluruh negara seakan tidak mampu untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dan menyelamatkan warga Palestina.
"Satu bulan telah terjadi kekejaman ini, dunia seolah benar-benar tidak berdaya. Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pemimpin negara, tapi sampai saat ini tak satupun mampu hentikan kekejaman ini," ungkapnya.
Kemudian sebagai solusi, Presiden Jokowi di hadapan para pemimpin negara Islam, menyampaikan 4 tindakan konkret yang harus dilakukan sebagai upaya untuk menghentikan agresi Israel terhadap Palestina.
Pertama, Presiden Jokowi kembali menyerukan bahwa gencatan senjata harus segera dilakukan.
"Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik. Israel telah gunakan narasi 'self defense' dan terus lakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah 'collective punishment'. Kita semua harus cari jalan agar Israel segera lakukan gencatan senjata," jelasnya.
Kemudian yang kedua, Presiden Jokowi meminta agar bantuan kemanusiaan harus dipercepat dan diperluas jangkauannya.
"OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih predictable dan sustainable," kata Presiden Jokowi.
"Situasi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel dan sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar. Untuk itu, Indonesia meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter Internasional," tambahnya.
Ketiga, Jokowi mendorong agar OKI dapat menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kejahatan perang yang telah dilakukannya.
"Misalnya, mendesak diberikannya akses pada Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk melaksanakan mandatnya, dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional," ujar Presiden RI itu.
Lalu yang keempat, Presiden Jokowi meminta OKI untuk mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya two-state solution (solusi dua negara) dan menolak pemikiran one-state solution (solusi satu negara), karena pasti hanya membuat Palestina yang dikorbankan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
