
Photo
DAUN pisang bisa membunuh orang? Kabar itulah yang banyak menyebar di media sosial. Narasinya lumayan meyakinkan. Daun pisang sering ditempati kelelawar pembawa virus. Lalu, daun tersebut digunakan orang sebagai alas makan. Akibatnya, orang itu terpapar virus kelelawar dan meninggal.
Kabar tersebut juga dilengkapi satu keluarga di India yang meninggal secara bersamaan. Di bawahnya terdapat foto kelelawar yang bergelantungan di daun pisang. Jawa Pos menemukan kabar itu diunggah pemilik akun Facebook Hendri Ayahnye Ghadis pada 2 Juli 2020 (bit.ly/TerinfeksiKelelawar).
Apakah benar jenazah tersebut meninggal karena menggunakan daun pisang sebagai alas makan? Memanfaatkan situs padanan gambar, foto dan video jenazah sekeluarga itu pernah diunggah kanal YouTube milik stasiun televisi India hmtv News pada 17 September 2017. Tanggal tersebut mempertegas bahwa kejadian itu bukan berita terbaru.
Judul video itu menyebutkan bahwa enam anggota keluarga meninggal setelah mengakhiri hidupnya di Suryapet. Penyebabnya adalah masalah keuangan. Ditegaskan juga, keluarga tersebut meninggal setelah minum obat pembasmi hama.
”Sebuah keluarga yang terdiri dari enam orang, terdiri dari dua wanita, dua anak-anak, dan dua pria, telah bunuh diri dengan mengonsumsi pestisida,” bunyi keterangannya (bit.ly/MinumPestisida).
Portal berita telanganatoday.com juga memberitakan kematian tragis satu keluarga itu. Berita yang terbit pada 18 September 2017 tersebut menyatakan dengan tegas bahwa penyebab kematian enam orang itu adalah bunuh diri mengonsumsi pestisida di Mamillagadda, Kota Suryapet. Mereka adalah Kasthuri Janardhan berusia 55 tahun, Chandrakala 50 tahun, Ashok 25 tahun, Prabhatha 30 tahun, Sriri 5 tahun, dan Ruthwika 20 tahun.
Dikisahkan, Kasthuri Suresh, putra Janardhan, berbisnis jasa komputer di Suryapet dan meminjam uang untuk bisnisnya. Ketika merugi, dia melarikan diri dari pemberi pinjaman. Setelah itu pemberi pinjaman mulai datang dan menekan anggota keluarga untuk pembayaran. Tak berselang lama, satu keluarga tersebut dikabarkan bunuh diri.
Sementara itu, foto kelelawar bergelantungan di daun pisang sudah diunggah berbagai portal berita. Tidak ada satu pun yang selaras dengan narasi yang disebar Hendri Ayahnye Ghadis. Jawa Pos menemukan foto tersebut diunggah portal Cambodia News English pada 4 Maret 2019. Portal itu mengabarkan kotoran kelelawar yang bagus untuk perkembangan bisnis.
FAKTA
Foto jenazah enam anggota keluarga India yang diunggah akun Facebook Hendri Ayahnye Ghadis tidak memiliki kaitan dengan virus kelelawar di daun pisang. Mereka meninggal pada 2017 setelah bunuh diri karena terlilit utang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CHPLRGlVBFc
https://www.youtube.com/watch?v=k9gaKSpl6mw
https://www.youtube.com/watch?v=Dqo7p9H6gIw

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
