Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15.14 WIB

Google Kini Izinkan Pengguna Hapus Watermark Terlihat dari Konten AI

Ilustrasi AI. (Pinterest) - Image

Ilustrasi AI. (Pinterest)

JawaPos.com - Google mulai memberikan opsi bagi pengguna untuk menghapus tanda air atau watermark yang terlihat pada konten hasil generasi kecerdasan buatan (AI). Fitur tersebut berlaku untuk berbagai jenis konten, termasuk gambar, video, dan lagu.

Meski demikian, Google menegaskan bahwa penghapusan watermark yang terlihat tidak akan menghilangkan penanda AI yang bekerja di balik layar. Tanda air digital SynthID yang tidak terlihat serta metadata berdasarkan standar C2PA tetap disematkan pada konten.

Josh Woodward, VP Google untuk Gemini, mengungkapkan perubahan tersebut melalui unggahan di X. Menurutnya, opsi untuk menonaktifkan watermark yang terlihat akan tersedia pada sejumlah model AI Google, termasuk Nano Banana, Omni, dan Lyria.

Pengaturan tersebut nantinya dapat ditemukan di Gemini dan editor video Google, Flow. Dukungan untuk fitur Penelusuran atau Search juga akan menyusul.

"Kami berupaya menyeimbangkan antara kendali kreatif dan aspek keamanan: meskipun tanda air yang terlihat kini bersifat opsional, tanda air SynthID yang tidak terlihat serta metadata C2PA tetap digunakan demi transparansi. Jadi, Anda tetap bisa menggunakan Gemini atau fitur Penelusuran untuk mengetahui apakah suatu gambar merupakan hasil buatan AI," tulis Woodward seperti dikutip dari TechCrunch.

Perubahan ini menunjukkan bagaimana industri AI mulai mencari titik tengah antara kebutuhan kreatif dan transparansi. Watermark yang terlihat memang dapat membantu masyarakat mengenali konten buatan AI, tetapi dalam sejumlah kebutuhan profesional dan kreatif, tanda tersebut juga bisa dianggap mengganggu tampilan akhir sebuah karya.

Google menyebut fitur tersebut mulai diluncurkan dalam beberapa hari ke depan. Setelah tersedia, pengguna dapat mengaturnya melalui menu Pengaturan > Tanda Air Media (Settings > Media Watermark) untuk memilih apakah watermark yang terlihat ingin ditampilkan atau dinonaktifkan.

Selain perubahan pada watermark, Google juga memperkenalkan pustaka open source baru bernama Credentio. Pustaka tersebut ditujukan bagi pengembang yang ingin menyematkan mekanisme validasi secara lokal ke dalam aplikasi mereka.

Langkah Google ini juga hadir di tengah perdebatan mengenai cara platform AI memberikan penanda terhadap konten yang dihasilkan oleh AI. Sebelumnya, Anthropic sempat menerapkan kebijakan penyertaan tanda air pada teks dan berkas yang dibuat melalui Claude sebagai bagian dari upaya memenuhi regulasi Uni Eropa.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore