
Ilustrasi software. (Pinterest)
JawaPos.com - Ketergantungan perusahaan Indonesia pada perangkat lunak enterprise asing menyebabkan biaya operasional berulang dengan harus membayar skema lisensi tahunan secara terus-menerus.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan vendor lock-in yang menyulitkan saat ingin ganti sistem. Perusahaan sulit pindah ke platform lain karena terikat dengan penyedia sebelumnya.
Founder dan Direktur PT Ilmuprogram Teknologi Informasi Wahyu Amaldi menilai persoalan ini perlu diwaspadai. Terutama saat kecerdasan buatan (AI) makin digunakan di perusahaan.
“Polanya selalu sama. Perusahaan membayar setiap tahun, tetapi ketika ingin mengubah proses kerjanya sendiri, mereka harus menunggu vendor. Sekarang gelombang AI mengulang pola yang sama, dan taruhannya lebih besar. Bukan hanya sistemnya yang disewa, datanya ikut dikirim keluar,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8).
Menurut Wahyu, penggunaan software enterprise berbasis lisensi dan cloud asing bukan cuma berdampak pada biaya. Perusahaan perlu pikirkan fleksibilitas sistem dan lokasi penyimpanan data.
Keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi juga harus jadi perhatian utama. Kondisi ini bisa buat vendor lock-in kian mempersulit migrasi atau integrasi platform baru.
Perusahaan jadi sulit pindah layanan karena bergantung pada satu penyedia. Proses migrasi dan integrasi jadi mahal dan kompleks akibat hal ini.
Persoalan pengelolaan data juga penting karena tiap sektor punya aturan berbeda. Perusahaan harus pastikan sistem yang dipakai sesuai UU Perlindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022).
Selain itu, standar industri yang relevan juga wajib dipenuhi agar data aman dan legal.
PT Ilmuprogram Teknologi Informasi menawarkan model software dengan kepemilikan penuh sebagai solusi. Platform dan source code diserahkan ke klien sehingga dapat ditempatkan di infrastruktur sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
