
Ilustrasi AI melakukan pekerjaan administrasi yang sebelumnya biasa dikerjakan oleh manusia. (Pixabay)
JawaPos.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia kerja terus meningkat, namun kesiapan sumber daya manusia dinilai masih menjadi tantangan utama agar transformasi digital benar-benar berdampak pada produktivitas bisnis.
Laporan Work Trend Index 2024 dari Microsoft dan LinkedIn mencatat, sebanyak 92 persen pekerja berbasis pengetahuan di Indonesia telah menggunakan generative AI dalam aktivitas sehari-hari. Namun, Cisco AI Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 23 persen organisasi di Indonesia yang masuk kategori Pacesetters, yakni perusahaan yang dinilai siap memanfaatkan potensi AI secara optimal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adopsi teknologi belum selalu diikuti kesiapan talenta. World Economic Forum dalam Future of Jobs Report memproyeksikan kemampuan seperti analytical thinking, creative thinking, technology literacy, serta pemahaman AI dan big data akan menjadi keterampilan paling dibutuhkan hingga 2030.
Di sisi lain, kemampuan komunikasi juga menjadi faktor penting di tengah semakin globalnya dunia kerja. EF English Proficiency Index 2025 masih menempatkan Indonesia dalam kategori kemampuan bahasa Inggris yang relatif rendah. Hambatan tersebut dinilai dapat memengaruhi daya saing tenaga kerja nasional.
Temuan IDC (2025) juga menunjukkan 78 persen perusahaan mengalami kendala saat berinteraksi dengan klien maupun mitra bisnis akibat hambatan bahasa, sementara 74 persen menyebut komunikasi yang kurang efektif turut memengaruhi kolaborasi internal dan proses pengambilan keputusan.
Country Director ELSA Business Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful, menilai kesiapan organisasi menghadapi era AI tidak hanya ditentukan oleh investasi teknologi, tetapi juga kemampuan karyawan untuk beradaptasi dan berkomunikasi secara efektif.
"Di era AI, kesiapan organisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan talenta untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, investasi pada pengembangan keterampilan menjadi kunci untuk membangun organisasi yang lebih siap menghadapi perubahan," ujarnya.
Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan perusahaan adalah pemanfaatan platform pembelajaran berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris secara lebih personal dan sesuai kebutuhan pekerjaan.
Pendekatan ini dinilai dapat membantu perusahaan mempersiapkan tenaga kerja menghadapi kolaborasi lintas negara sekaligus memaksimalkan manfaat transformasi digital.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
