
Ilustrasi aset digital cryptocurrency atau kripto. (Wealth Professional)
JawaPos.com - Meningkatnya kasus penipuan digital berbasis phishing, rekayasa sosial (social engineering), hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan deepfake menjadi tantangan baru bagi keamanan siber di Indonesia.
Kondisi ini tidak hanya mengancam pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga masyarakat yang mulai memanfaatkan teknologi blockchain dan aset kripto.
Isu tersebut mengemuka dalam Festival Aman Digital 2026 yang diselenggarakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Balai Kota Jakarta.
Forum yang mengusung tema 'Kolaborasi Lintas Sektor Guna Mensukseskan Literasi Keamanan Siber Nasional' itu mempertemukan pemerintah, regulator, industri keuangan, komunitas, hingga pelaku teknologi untuk membahas strategi menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
Dalam pidato kuncinya, Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, Satryo Suryantoro, menegaskan bahwa keberhasilan meningkatkan literasi keamanan siber tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga saja.
“Aksi gerakan nasional 90 hari literasi keamanan siber sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung implementasi rencana aksi nasional keamanan siber. Keberhasilan literasi keamanan siber tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, media, maupun masyarakat luas,” ujar Satryo di Jakarta, Kamis (25/6).
Pernyataan tersebut mencerminkan semakin kompleksnya ancaman digital yang kini tidak lagi hanya menyasar sistem teknologi, tetapi juga perilaku manusia sebagai titik terlemah dalam rantai keamanan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan serangan siber saat ini telah berevolusi menjadi ancaman yang lebih sulit dideteksi karena memanfaatkan manipulasi psikologis korban.
“Atas nama Pemprov DKI Jakarta kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada BSSN yang secara konsisten mendorong terus peningkatan kesadaran budaya keamanan siber di Indonesia melalui berbagai program literasi dan kolaborasi lintas sektor,” kata Marulina dalam kesempatan yang sama.
Marulina menambahkan, bahwa forum ini menjadi bagian gerakan kita bisa mengantisipasi beragam ancaman siber.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
