
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia)
JawaPos.com - Kemajuan teknologi kecerdasan artifisial (AI) membawa manfaat besar bagi berbagai sektor, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru dalam keamanan digital. Salah satu yang menjadi sorotan adalah meningkatnya penggunaan teknologi AI untuk memproduksi konten palsu yang semakin sulit dikenali masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai penyalahgunaan AI, khususnya melalui teknologi deepfake, berpotensi memperparah maraknya kasus penipuan digital.
“Sekarang suara kita bisa ditiru, gambar wajah kita bisa ditiru, dan tampil dalam bentuk deepfake video yang dihasilkan oleh AI dengan sangat mulus,” ujarnya dalam Indonesia Ethical AI Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/6).
Nezar menjelaskan perkembangan AI saat ini bergerak sangat cepat. Teknologi tersebut tidak lagi berhenti pada generative AI, tetapi telah berkembang menuju agentic AI yang memiliki kemampuan lebih kompleks, termasuk melakukan penalaran dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri.
Menurutnya, lompatan inovasi tersebut memang membuka peluang besar bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi. Namun, kemajuan itu juga menghadirkan berbagai risiko yang harus diantisipasi sejak dini.
Dalam konteks keamanan siber, ia menyoroti semakin canggihnya modus penipuan yang memanfaatkan AI. Teknologi deepfake, kata Nezar, kini mampu menciptakan bentuk manipulasi yang dikenal sebagai synthetic reality atau realitas sintetik, sehingga batas antara konten asli dan hasil rekayasa semakin kabur.
"Awamnya masyarakat kita tentang perkembangan AI ini membuat banyak yang terkecoh. Itu sebabnya scam saat ini luar biasa," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan agentic AI perlu dibarengi dengan pengawasan manusia agar keputusan yang dihasilkan sistem tetap dapat dikendalikan dan dipertanggungjawabkan.
Menurut Nezar, sejumlah pakar telah mendorong penerapan mekanisme pengamanan yang lebih ketat, termasuk memastikan manusia tetap memiliki peran dalam proses pengambilan keputusan.
“Banyak pakar mengusulkan agar dilakukan satu protokol yang cukup ketat, termasuk menerapkan prinsip human in the loop dalam decision making,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022