
CEO Microsoft, Satya Nadella (Business Insider)
JawaPos.com - Perlombaan kecerdasan buatan (AI) global memasuki fase yang semakin kompleks. Bagi perusahaan teknologi terbesar dunia, tantangan tidak lagi sebatas mengembangkan model AI yang lebih canggih, tetapi juga memastikan tersedianya infrastruktur komputasi yang memenuhi standar keamanan dan regulasi. Gagalnya negosiasi Microsoft dengan Oracle menjadi gambaran terbaru dari perubahan tersebut.
Dilansir dari Business Insider, Rabu (17/6/2026), Microsoft membatalkan rencana menyewa kapasitas komputasi awan Oracle yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 53,19 triliun, dengan kurs Rp 17.730 per dolar AS. Keputusan itu diambil setelah muncul kekhawatiran mengenai aspek keamanan dan kepatuhan regulasi, sementara Microsoft terus mencari tambahan kapasitas untuk mendukung pertumbuhan layanan AI dan komputasi awannya.
Pada saat yang sama, kondisi tersebut menunjukkan bahwa lonjakan permintaan AI telah menciptakan tekanan baru bagi industri teknologi global. Bahkan perusahaan sebesar Microsoft harus mencari tambahan infrastruktur dari penyedia lain.
Salah seorang sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan, "Kami sedang mencari kapasitas di mana-mana," menggambarkan ketatnya persaingan memperoleh daya komputasi.
Rencana Microsoft semula adalah memindahkan sebagian beban kerja ke Oracle Cloud Infrastructure agar kapasitas layanan Azure dapat lebih difokuskan untuk kebutuhan pelanggan.
Namun, layanan cloud publik Oracle disebut belum memenuhi standar Program Manajemen Risiko dan Otorisasi Federal (FedRAMP), kerangka keamanan yang digunakan pemerintah Amerika Serikat untuk memastikan layanan komputasi awan aman dalam mengelola data pemerintah. Menurut sumber tersebut, Oracle tidak bersedia menambahkan standar itu pada layanan cloud publiknya.
Meski demikian, Oracle membantah sebagian isi laporan tersebut. Juru bicara perusahaan menyatakan, "Rincian yang disebutkan dalam artikel tersebut tidak akurat."
Perusahaan itu juga menegaskan, "Microsoft merupakan mitra sekaligus pelanggan Oracle Cloud Infrastructure. Kami memiliki kemitraan yang sangat kolaboratif dan produktif serta sering membahas berbagai cara untuk memperluas kerja sama yang telah berjalan."
Microsoft menolak memberikan komentar, sedangkan seorang eksekutif Oracle menyebut penerapan FedRAMP pada cloud publik akan menjadi pekerjaan rekayasa berskala besar.
Sementara itu, kebutuhan Microsoft terhadap infrastruktur AI terus meningkat. Perusahaan tersebut memperkirakan belanja modal sepanjang tahun kalender 2026 mencapai 190 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.368,7 triliun, terutama untuk memperluas jaringan pusat data. Bahkan, Microsoft sebelumnya memanfaatkan kapasitas Amazon untuk mendukung layanan GitHub setelah terjadi gangguan operasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022