
Ilustrasi kecerdasan buatan (AI) yang efisien, inovatif, dan terbuka terhadap pengembangan model sumber terbuka (The Guardian)
JawaPos.com - Arah pengembangan kecerdasan buatan (AI) global menunjukkan pergeseran signifikan. Dalam forum resmi parlemen Inggris, para pakar menilai Tiongkok kini cenderung mengambil posisi konstruktif dalam mendorong tata kelola global, sementara Amerika Serikat di bawah Donald Trump justru mengedepankan pendekatan kompetitif yang minim regulasi.
Pandangan tersebut mencuat dalam sidang Komite Bisnis dan Perdagangan Parlemen Inggris, yang menyoroti dinamika baru dalam persaingan teknologi global. Dalam konteks ini, AI tidak lagi sekadar inovasi industri, melainkan telah menjadi instrumen strategis yang mencerminkan arah kebijakan geopolitik masing-masing negara.
Mengutip dari The Guardian, Rabu (15/4/2026), Wendy Hall, mantan penasihat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah Inggris pada era Theresa May, menilai Tiongkok kini berperan aktif dalam mendukung tata kelola AI lintas negara.
"Tiongkok melakukan pekerjaan luar biasa dalam sektor AI, dan saat ini mereka bertindak sebagai pihak yang baik karena Amerika Serikat sepenuhnya menolak regulasi dan pembicaraan tentang tata kelola global," ujarnya.
Selain itu, Hall mengkritik pendekatan Amerika Serikat yang dinilai terlalu berorientasi pada kemenangan kompetitif. "Semuanya tentang MAGA (Make America Great Again). Intinya: kita akan menang dengan segala cara," imbuhnya, menggambarkan pendekatan yang mengabaikan upaya membangun kerangka regulasi bersama di tingkat internasional.
Menurut Hall, peneliti AI Tiongkok menunjukkan efisiensi dan inovasi tinggi serta cenderung membuka akses model mereka secara terbuka. Namun, dia juga menyoroti bahwa kerja sama riset antara Inggris dan Tiongkok semakin terbatas, bahkan memengaruhi kebebasan akademik yang dia rasakan.
Di sisi lain, kekhawatiran keamanan tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah di Beijing mewajibkan perusahaan AI untuk bekerja sama dengan intelijen negara. Lembaga Centre for Emerging Technology and Security yang didanai pemerintah Inggris memperingatkan adanya risiko keamanan nasional dari kolaborasi teknologi antara Tiongkok dengan negara lain seperti Rusia, Iran, dan Korea Utara.
Sementara itu, Trump pada Januari lalu menegaskan posisi negaranya dalam persaingan global dengan menyatakan, "Kami memimpin Tiongkok dengan selisih yang sangat besar." Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa Washington melihat pengembangan AI sebagai perlombaan strategis antara dua kekuatan besar dunia.
Di sektor industri, perkembangan Tiongkok juga semakin terlihat melalui perusahaan DeepSeek yang bersiap meluncurkan model AI terbaru. Versi sebelumnya yang dirilis pada Januari 2025 berhasil menghadirkan chatbot canggih yang menantang dominasi perusahaan teknologi Amerika Serikat.
Meski demikian, Demis Hassabis menilai kesenjangan teknologi masih ada. "Tiongkok hanya tertinggal sekitar enam bulan dari AS, tetapi belum mendorong batas terdepan ilmu AI," ujarnya, menandakan bahwa kompetisi tetap berlangsung ketat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022