Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 23.02 WIB

RSCM Perkuat Layanan Gagal Jantung dengan Donasi LVAD dan Kolaborasi AI Global

RSCM menghadirkan teknologi LVAD dan AI untuk terapi gagal jantung stadium lanjut, meningkatkan akses pasien tanpa berobat ke luar negeri. (Istimewa) - Image

RSCM menghadirkan teknologi LVAD dan AI untuk terapi gagal jantung stadium lanjut, meningkatkan akses pasien tanpa berobat ke luar negeri. (Istimewa)

JawaPos.com - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) membuka babak baru dalam penanganan pasien gagal jantung stadium lanjut. Langkah tersebut ditandai dengan penerimaan donasi Left Ventricular Assist Device (LVAD), perangkat pompa jantung mekanis yang memberikan harapan baru bagi pasien dengan fungsi jantung yang telah mengalami penurunan berat.

Pengembangan layanan ini merupakan hasil kolaborasi antara RSCM dan HeartSPAN.ai, divisi layanan heart longevity milik Borderless Healthcare Group (BHG). Kerja sama tersebut tidak hanya menghadirkan teknologi medis terbaru, tetapi juga membangun sistem layanan gagal jantung yang terintegrasi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), transfer pengetahuan, dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan Indonesia.

Direktur Utama RSCM, Dr. Supriyanto Dharmoredjo, menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap terapi gagal jantung modern. Menurutnya, inovasi ini diharapkan mampu mengurangi angka kematian akibat gagal jantung sekaligus mengurangi kebutuhan pasien mencari pengobatan ke luar negeri.

"Kami menyambut baik kesempatan untuk menghadirkan solusi penanganan gagal jantung yang lebih maju di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka kematian akibat gagal jantung yang masih tinggi, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap terapi inovatif tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri," ujarnya.

Jawaban atas Tingginya Kasus Gagal Jantung di Indonesia

Pengembangan layanan LVAD dilakukan sebagai respons terhadap tingginya angka kasus gagal jantung di Indonesia. Berdasarkan data Global Burden of Disease (GBD) 2019, prevalensi gagal jantung di Indonesia mencapai sekitar 900 hingga 1.000 kasus per 100.000 penduduk.

Tidak hanya itu, tingkat kematian akibat penyakit tersebut tercatat mencapai sekitar 34,1 persen, yang merupakan salah satu angka tertinggi di kawasan Asia. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi terapi yang mampu meningkatkan peluang hidup pasien dengan gagal jantung stadium lanjut.

LVAD sendiri merupakan alat bantu pompa jantung yang dipasang melalui prosedur operasi. Perangkat ini bekerja membantu ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh ketika kemampuan jantung pasien sudah tidak lagi optimal.

Teknologi tersebut telah banyak digunakan di berbagai negara karena terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus memperpanjang harapan hidup. Kehadiran layanan ini di Indonesia menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan terapi penyakit jantung.

Pasien Pertama Dijadwalkan Menjalani Implantasi LVAD

Sebagai tahap awal implementasi, RSCM telah menjadwalkan pemasangan LVAD pertama kepada seorang pasien perempuan berusia 45 tahun. Pasien tersebut diketahui memiliki fungsi pompa jantung yang hanya tersisa sekitar 14 persen dan telah berulang kali menjalani perawatan akibat gagal jantung.

Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM, Birry Karim, menjelaskan bahwa layanan LVAD merupakan bagian dari transformasi penanganan gagal jantung di Indonesia. Selama ini, terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut masih didominasi penggunaan obat-obatan maupun transplantasi jantung.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore