
Musyawarah ASTTA dorong kemandirian industri drone nasional. (Istimewa).
JawaPos.com - Industri drone nasional tengah memasuki fase penting menuju kemandirian. Dalam Musyawarah Anggota 2025 yang digelar Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) di Jakarta beberapa waktu lalu, para pelaku industri menyerukan perlunya sinergi lintas sektor.
Tujuannya tak lain untuk memperkuat regulasi, riset, dan rantai pasok dalam negeri agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar, tetapi pemain utama di kawasan Asia Tenggara.
Ketua Umum ASTTA periode 2022–2025, Dian Rusdiana Hakim, menyampaikan bahwa asosiasi kini menaungi 22 badan usaha anggota, pertanda meningkatnya kepercayaan industri terhadap ASTTA sebagai pusat konsolidasi ekosistem drone nasional.
“ASTTA bukan sekadar forum diskusi, tapi rumah bersama untuk membangun standar industri dan tata kelola yang transparan,” ujar Dian.
Ia menilai 2025 menjadi tahun krusial untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam mengatur integrasi ruang udara rendah serta mempercepat peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor drone.
Sementara itu, dalam sidang pleno, Indra Permana Sophian terpilih sebagai Ketua Umum ASTTA yang baru. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa asosiasi ke tahap konsolidasi berikutnya dengan fokus pada keberlanjutan riset dan kolaborasi lintas sektor.
“Prioritas kami adalah memastikan rantai pasok nasional tumbuh kuat, sehingga industri drone Indonesia siap bersaing di tingkat global,” kata Indra.
Indra juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan regulator dan perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang sistem tanpa awak.
Sementara itu, pendiri sekaligus Wakil Ketua ASTTA, Asha Wadya Saelan, menilai masa transisi kepemimpinan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kebijakan publik.
“Yang paling berdampak bukan sekadar teknologi, tapi arah kebijakan yang jelas. Regulasi ruang udara dan TKDN harus dijalankan secara adaptif agar pelaku lokal bisa tumbuh tanpa kehilangan daya saing,” tegasnya.
Menurut Asha, sinergi antar pelaku menjadi kunci agar kemandirian industri dapat dicapai melalui kolaborasi, bukan kompetisi yang memecah.
Sebagai informasi, pasar drone nasional diproyeksikan mencapai USD 93 juta pada 2028, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat inovasi sistem tanpa awak di kawasan.
ASTTA menilai, dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta kerja sama antara BUMN, kementerian, kampus, dan sektor swasta, ekosistem drone dapat menjadi bagian integral dari transformasi ekonomi digital nasional.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
