
Kamera instan, tren retro yang tetap diminati di tengah gempuran kecanggihan teknologi fotografi. (Istimewa).
JawaPos.com - Di era serba digital dan tren kamera smartphone yang kian canggih, sebagian orang justru mulai kembali merasakan keistimewaan foto cetak. Bukan sekadar file yang tersimpan di galeri ponsel, foto dalam bentuk fisik menghadirkan sensasi berbeda.
Bisa disentuh, disimpan di album, dipajang, atau bahkan diberikan sebagai kenang-kenangan, justru membuat foto jadi lebih bernilai. Aspek emosional inilah yang membuat kamera instan tetap memiliki penggemarnya, terutama di kalangan muda dan komunitas kreatif.
Fenomena ini turut diperkuat dengan kehadiran kamera instan modern yang menggabungkan teknologi digital dengan nuansa analog. Fujifilm Indonesia, misalnya, baru saja memperkenalkan instax mini Evo dalam varian warna terbaru, Gentle Rose.
"Pilihan ini melengkapi dua warna sebelumnya, hitam dan cokelat, serta memberi alternatif bagi pengguna yang ingin mengekspresikan diri dengan gaya lebih elegan," ungkap Masato Yamamoto, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia di Jakarta, Kamis (25/9).
Sejak diluncurkan global pada 2021, instax mini Evo menjadi salah satu produk favorit karena fleksibilitasnya. Kamera ini memungkinkan pengguna memotret, memilih hasil terbaik, lalu langsung mencetaknya dalam format instax mini.
Bahkan, perangkat ini juga bisa difungsikan sebagai printer smartphone, sehingga foto digital pun bisa segera dicetak.
Tren ini menunjukkan bahwa kamera instan bukan sekadar nostalgia.
Justru, ia berkembang menjadi medium ekspresi baru. Fitur kreatif mini Evo mendukung hal tersebut dengan 10 efek lensa dan 10 efek film, yang dapat dikombinasikan hingga 100 variasi. Hasilnya, pengguna bisa menambahkan sentuhan personal pada foto, mulai dari nuansa retro hingga hitam-putih klasik.
Dari sisi desain, mini Evo mengusung gaya klasik yang berpadu dengan detail premium. Dial lensa, dial film, dan tuas cetak dirancang menyerupai kamera analog, lengkap dengan sensasi mekanis yang membuat pengalaman memotret terasa lebih otentik.
Estetika retro ini terbukti disukai kalangan muda yang gemar memadukan gaya vintage dengan teknologi modern.
“Kami ingin memberi ruang bagi pengguna di Indonesia untuk mengekspresikan kepribadian dan kreativitas mereka," tandas Masato.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
