Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 05.38 WIB

10 Rekomendasi Alat Cek AI Bahasa Indonesia Paling Akurat untuk ChatGPT, Gemini, dan Model AI Lainnya

Ilustrasi robot sebagai alat cek AI (Dok. Northern Illinois University, Centre for Innovative Teaching and Learning)

JawaPos.com - Tak bisa dipungkiri, kehadiran AI kini membuat banyak pekerjaan manusia lebih efektif dan efisien, termasuk dalam menulis. Namun, kecanggihannya justru menimbulkan tantangan baru, dimana pembaca sering kesulitan membedakan mana tulisan buatan manusia dan mana yang dihasilkan AI.

Bukan hanya pembaca, penulis pun menghadapi dilema serupa. Banyak yang kesulitan membuat tulisannya tetap terlihat alami dan berbeda dari gaya khas AI. Karena jika gagal, tulisan bisa dianggap kurang orisinal dan merusak kredibilitas, terutama bagi penulis profesional. Bagi mahasiswa atau penulis akademis, risiko karya tulis yang terlalu bergantung pada AI bisa ditolak mentah-mentah.

Karena itulah, penggunaan pendeteksi AI semakin dibutuhkan. Alat ini bukan hanya bermanfaat bagi pembaca seperti dosen yang ingin memverifikasi tulisan mahasiswanya, tetapi juga bagi penulis itu sendiri untuk mengevaluasi karyanya dan memastikan tidak terlalu bergaya AI.

Ada banyak pilihan alat cek AI, tapi inilah 10 rekomendasi terbaik dengan hasil paling akurat, terpercaya, dan gratis yang bisa digunakan untuk teks berbahasa Indonesia.

1. Isgen

Dikutip dari isgen.ai, model deteksi AI ini mendukung hingga 80 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, sehingga tak heran jika sudah banyak digunakan oleh pendidik di seluruh dunia. Versi gratisnya hanya membatasi penggunaan hingga 12 ribu kata per bulan. Namun, jika membutuhkan kapasitas lebih besar atau fitur tambahan seperti unggah dokumen, tersedia opsi berbayar dengan harga mulai dari Rp38.800 per bulan.

2. ZeroGPT

ZeroGPT menjadi salah satu pendeteksi AI paling populer berkat tingkat akurasi tinggi serta dukungan multilingual, termasuk Bahasa Indonesia. Alat ini tidak hanya mampu mendeteksi teks buatan AI mulai dari ChatGPT hingga DeepSeek, tetapi juga dilengkapi fitur lain seperti AI summarizer (peringkas), AI paraphraser (pemparafrase), AI translator (penerjemah), hingga pengecek plagiarisme. Menariknya, ZeroGPT juga bisa langsung diintegrasikan dengan WhatsApp dan Telegram, sehingga lebih praktis digunakan sehari-hari.

3. Quillbot

Quillbot menawarkan keunggulan dengan fitur unggah dokumen serta humanizer atau pengubah teks agar terlihat lebih alami layaknya tulisan manusia, yang bisa diakses gratis, padahal fitur serupa biasanya hanya tersedia di paket berbayar platform lain. Selain itu, Quillbot juga mampu memberikan laporan mendalam mengenai penggunaan AI dalam teks yang dapat diunduh untuk analisis lebih lanjut.

4. GPTZero

Melalui laman resminya, GPTZero.me menyebut bahwa model AI mereka telah tersertifikasi dan digunakan oleh lembaga ternama dunia, termasuk The New York Times dan University of Virginia. Alat deteksi ini bekerja dengan memindai teks untuk menganalisis penggunaan AI, sekaligus membantu menemukan sumber asli guna menghindari plagiarisme. Selain itu, GPTZero juga memberikan saran perbaikan agar tulisan terlihat tidak terlalu buatan AI.

5. TurnItin

Meski lebih dulu dikenal sebagai pengecek plagiarisme, kini Turnitin juga menghadirkan fitur pendeteksi AI. Dengan reputasi yang kuat di kalangan akademisi, alat ini sangat cocok digunakan oleh dosen, mahasiswa sekolah menengah maupun perguruan tinggi, hingga peneliti dan publisher profesional.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore