
Ilustrasi membuat konten di media sosial. (Social Pilot)
JawaPos.com - Di era digital, menjadi kreator konten sudah berubah dari sekadar hobi menjadi profesi yang menjanjikan. Platform video pendek TikTok menjadi salah satu panggung terbesar bagi siapa pun untuk berkarya.
Mulai dari karyawan, wirausaha, pekerja lepas, ibu rumah tangga, hingga pensiunan. Menariknya, TikTok bekerja bukan berdasarkan jumlah pengikut, melainkan kualitas dan relevansi konten.
Artinya, video kreator berpeluang menjangkau audiens luas meski tanpa banyak follower. Hal ini menjadi sorotan dalam TikTok SEA Growth Summit yang digelar beberapa waktu lalu.
Acara tersebut mempertemukan kreator dan publisher Asia Tenggara untuk berbagi strategi bertumbuh di TikTok, khususnya bagi pemula. Berikut tips yang bisa dicatat jika ingin sukses hidup sebagai kreator konten di platform TikTok.
Konsistensi adalah Kunci
Kreator kuliner asal Thailand, Thanyaporn Sanguanlosit (@farmiscooking), memulai perjalanannya di TikTok pada 2020. Tantangan awalnya adalah menjangkau audiens, namun konsistensi dan kreativitas membuatnya kini memiliki lebih dari 1,4 juta pengikut.
Farm menekankan pentingnya terus bereksperimen dan rutin mengunggah konten untuk membangun komunitas. “Awalnya saya tidak berani muncul di kamera. Lama-lama, rasa percaya diri muncul, dan itu meningkatkan jumlah penonton,” ujarnya.
Kenali Audiens yang Dituju
Mantan atlet renang nasional, Richard Sam Bera, kini memimpin akun resmi Tim Indonesia (@timindonesiaofficial) dengan lebih dari 300 ribu pengikut.
Richard memahami bahwa audiens tertarik pada momen “behind the scenes” latihan atlet dan konten olahraga populer. Menurut data TikTok, minat terhadap konten olahraga di Asia Tenggara tumbuh hingga 57 persen sepanjang 2024.
Manfaatkan Pengetahuan dan Keahlian
Kreator edukasi Dennis Guido (@naktekpang) menggabungkan latar belakang teknologi pangan dengan kreativitas untuk membuat konten eksperimen seru.
Kini dengan lebih dari 2,6 juta pengikut, ia membuktikan bahwa pengetahuan teknis dapat diolah menjadi hiburan yang bermanfaat. TikTok mencatat, konten edukasi berpeluang 14 kali lebih tinggi untuk ditonton di Asia Tenggara.
Lakukan Riset untuk Konten Kredibel
Bagi Jerhemy Owen (@jerhemynemo), riset adalah pondasi. Dengan 4,7 juta pengikut, ia merasa bertanggung jawab memastikan informasi pelestarian lingkungan yang ia bagikan valid dan mudah dipahami.
“Riset mendalam membangun kepercayaan audiens,” tegasnya.
Fokus pada Konten Apik, Menarik, dan Niche
Angga Anugrah Putra, GM Content Operations TikTok Asia Tenggara, menyebut bahwa kesuksesan kreator bertumpu pada konten yang well-crafted, engaging, dan fokus pada niche tertentu.
Data TikTok menunjukkan, konten autentik dan berkualitas memiliki peluang tiga kali lipat lebih besar mendapatkan views, 40 kali lipat pertumbuhan pengikut, dan 72 persen lebih unggul dalam waktu tonton.
Dengan potensi besar ini, TikTok mengajak siapa pun untuk mulai berkarya, membangun komunitas, dan mungkin menjadi kreator berikutnya yang menginspirasi jutaan orang.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
