
Chatbot AI. (Dok. Huggingface.co)
JawaPos.com - Prompt yang dibuat agar chatbot menyajikan respons singkat ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya hallucination atau halusinasi, yaitu istilah untuk informasi keliru atau palsu yang dihasilkan oleh AI. Temuan ini diungkap oleh Giskard, sebuah perusahaan berbasis AI di Paris, dalam studi terbarunya yang dikutip oleh TechCrunch pada 8 Mei 2025.
Dalam laporan yang dirilis melalui blog resmi mereka huggingface.co, para peneliti Giskard menyatakan bahwa "perubahan sederhana pada instruksi sistem dapat memengaruhi kecenderungan model untuk berhalusinasi". Studi tersebut menyoroti bagaimana permintaan untuk ringkas, terutama dalam menjawab pertanyaan ambigu, bisa berdampak negatif pada keakuratan jawaban AI.
Masalah halusinasi merupakan tantangan utama dalam pengembangan AI. Bahkan model terbaru seperti GPT-4o milik OpenAI, Mistral Large, dan Claude 3.7 Sonnet dari Anthropic pun masih mengalami penurunan akurasi saat diminta untuk menjawab dengan singkat.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Giskard menjelaskan bahwa instruksi untuk tetap singkat membatasi ruang bagi model untuk mengklarifikasi atau menolak premis yang salah.
"Ketika dipaksa untuk singkat, model lebih memilih menyajikan jawaban yang ringkas daripada akurat," tulis peneliti Giskard.
Studi ini juga menemukan bahwa model AI cenderung enggan membantah klaim kontroversial jika pertanyaannya diajukan dengan sangat percaya diri oleh pengguna. Selain itu, model yang paling disukai pengguna belum tentu adalah yang paling faktual. Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara akurasi dan ekspektasi pengguna, khususnya ketika ekspektasi itu sendiri mengandung premis yang salah.
Grafik yang menunjukkan bahwa banyak model AI menjadi kurang akurat dan lebih sering berhalusinasi saat diminta memberikan jawaban singkat, terutama pada topik kontroversial. (Dok. Huggingface.co)
Giskard menyimpulkan bahwa instruksi sistem yang tampak "tidak berbahaya", seperti "jawab secara singkat", justru bisa merusak kemampuan model AI dalam membantah informasi yang keliru. Temuan ini menjadi peringatan penting bagi pengembang dan pengguna AI bahwa optimalisasi untuk pengalaman pengguna tidak boleh mengorbankan kebenaran. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
