
Penggunaan ChatGPT menyebabkan para pekerja lepas dan penulis kehilangan pemasukan (sumber: pexels/Andrew Neel)
JawaPos.com - Kita semua pasti sudah tidak asing dengan sotware bernama ChatGPT.
ChatGPT diketahui sudah merambah ke berbagai kalangan, mulai dari anak sekolahan, menengah, sampai dengan pekerjaan.
Dilansir dari yahoo pada Selasa (14/11), ChatGPT adalah salah satu software paling menonjol dari keluarga model bahasa generatif GPT (Generative Pre-trained Transformer) yang dikembangkan oleh OpenAI.
Meskipun GPT-3.5 merupakan salah satu model kecerdasan buatan tercanggih, ia mempunyai kelemahan yaitu hanya memiliki batas pengetahuan sampai September 2021.
Proses pengembangan ChatGPT dimulai pada tahun 2018 dan dilanjutkan hingga model GPT-3 diterbitkan pada tahun 2020.
Sebuah studi baru mengungkap, peluncuran ChatGPT telah menyebabkan penurunan sebesar 2 persen dalam jumlah tugas penulisan pada salah satu platform frelance terkemuka.
Bersama dengan hal tersebut, keberadaan ChatGPT juga berimbas pada penurunan pendapatan bulanan hingga 5,2 persen.
Penelitian ini fokus pada aktivitas pekerjaan dari 92.547 penulis lepas yang mendapatkan pekerjaan melalui UpWork.
Dalam beberapa bulan pertama setelah dirilis, alat kecerdasan buatan OpenAI diketahui memberikan dampak merugikan yang signifikan terhadap hasil pekerjaan para pekerja lepas.
Baca Juga: Mengenal Gauss, Teknologi AI Bikinan Samsung yang Siap Saingi ChatGPT
Tim peneliti dari Universitas Washington di St. Louis dan Universitas New York memilih untuk mengevaluasi dampaknya khususnya pada pekerja penulis lepas.
Mengingat bahwa sektor ini menjadi salah satu yang paling tekena dampak akibat pengenalan ChatGPT pada November 2022 dan peluncuran beberapa model bahasa besar pesaingnya pada bulan yang sama.
Penelitian ini dimulai dengan menganalisis hasil pencarian Google pada beberapa bulan setelah perilisan, menyoroti efek negatif yang dialami dalam industri ini.
"'Penulisan GPT' saat ini merupakan istilah pencarian paling umum dibandingkan dengan domain lain seperti 'Terjemahan GPT' atau 'Pengembangan perangkat lunak GPT'," ungkap peneliti.
Mereka mengungkapkan bahwa temuan ini dapat diartikan sebagai bukti yang mengindikasikan bahwa meskipun berbagai industri terdampak oleh kehadiran ChatGPT, dampak jangka pendeknya lebih terlihat dalam pekerjaan yang terkait dengan penulisan.
Menurunnya jumlah penulis lepas dan pendapatan yang diterima melalui UpWork tampaknya memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat dengan perilisan ChatGPT, seperti yang dijelaskan oleh Xiang Hui, Oren Reshef dari Washington University, dan Luofeng Zhou dari NYU dalam penelitian mereka.
Baca Juga: Samsung Galaxy S24 Akan Banyak Peningkatan AI, Dibantu ChatGPT dan Google Bard
Penurunan jumlah pekerjaan dan penawaran gaji yang rendah menunjukkan bahwa "pekerja lepas menghadapi kemungkinan 1,2% lebih rendah untuk mendapatkan pekerjaan pada bulan tertentu dan mengalami penurunan 4,7% dalam volume pekerjaan," demikian hasil penelitian, yang menyebut dampak AI sebagai "signifikan secara ekonomi."
Lebih lanjut, studi ini menemukan bukti yang konsisten bahwa "pekerja berkualitas tinggi mengalami dampak yang tidak proporsional," menunjukkan bahwa pekerja lepas dengan bayaran tinggi merupakan kelompok yang paling terpukul.
Para peneliti menegaskan, "Kami tidak menemukan bukti bahwa layanan berkualitas tinggi, yang diukur dari kinerja dan catatan kerja masa lalu, dapat mengurangi dampak negatif pada lapangan kerja. Bahkan, temuan kami menunjukkan bahwa pekerja lepas papan atas sangat terpengaruh oleh AI."
Meskipun penelitian ini hanya memeriksa dampak jangka pendek dari AI generatif, hasilnya menunjukkan bahwa teknologi ini "menurunkan permintaan secara keseluruhan untuk semua jenis pekerja berpengetahuan dan mungkin dapat mempersempit kesenjangan upah di antara pekerja."
Walaupun penelitan ini memberikan bukti baru dan awal terkait dampak jangka pendek dari AI generatif, peneliti menulis bahwa "implikasi untuk jangka panjang mungkin sangat berbeda, dan tidak jelas bagaimana temuan kami dapat diperluas ke periode yang lebih lama."
Pertanyaan seputar penggunaan AI dan potensinya untuk menggantikan penulis dan freelancer menjadi pusat perdebatan dalam aksi mogok di Hollywood pada musim panas ini.
Kontrak WGA mencakup ketentuan perlindungan bagi penulis, termasuk pembatasan terhadap penggunaan AI oleh studio dan menjelaskan bagaimana karya dari anggota serikat pekerja dapat digunakan untuk melatih AI.
Meskipun Kesepakatan SAG-AFTRA, yang masih menunggu ratifikasi anggota, juga mencakup klausul terkait AI, rinciannya belum dipublikasikan.
***

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
