Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 November 2023 | 13.28 WIB

Dampak Keberadaan ChatGPT pada Pekerja Freelance, Pendapatan Turun 5,2 Persen!

Penggunaan ChatGPT menyebabkan para pekerja lepas dan penulis kehilangan pemasukan (sumber: pexels/Andrew Neel) - Image

Penggunaan ChatGPT menyebabkan para pekerja lepas dan penulis kehilangan pemasukan (sumber: pexels/Andrew Neel)

JawaPos.com - Kita semua pasti sudah tidak asing dengan sotware bernama ChatGPT.

ChatGPT diketahui sudah merambah ke berbagai kalangan, mulai dari anak sekolahan, menengah, sampai dengan pekerjaan.

Dilansir dari yahoo pada Selasa (14/11), ChatGPT adalah salah satu software paling menonjol dari keluarga model bahasa generatif GPT (Generative Pre-trained Transformer) yang dikembangkan oleh OpenAI.

Meskipun GPT-3.5 merupakan salah satu model kecerdasan buatan tercanggih, ia mempunyai kelemahan yaitu hanya memiliki batas pengetahuan sampai September 2021.

Proses pengembangan ChatGPT dimulai pada tahun 2018 dan dilanjutkan hingga model GPT-3 diterbitkan pada tahun 2020.

Sebuah studi baru mengungkap, peluncuran ChatGPT telah menyebabkan penurunan sebesar 2 persen dalam jumlah tugas penulisan pada salah satu platform frelance terkemuka.

Bersama dengan hal tersebut, keberadaan ChatGPT juga berimbas pada penurunan pendapatan bulanan hingga 5,2 persen.

Penelitian ini fokus pada aktivitas pekerjaan dari 92.547 penulis lepas yang mendapatkan pekerjaan melalui UpWork.

Dalam beberapa bulan pertama setelah dirilis, alat kecerdasan buatan OpenAI diketahui memberikan dampak merugikan yang signifikan terhadap hasil pekerjaan para pekerja lepas.

Baca Juga: Mengenal Gauss, Teknologi AI Bikinan Samsung yang Siap Saingi ChatGPT

Tim peneliti dari Universitas Washington di St. Louis dan Universitas New York memilih untuk mengevaluasi dampaknya khususnya pada pekerja penulis lepas.

Mengingat bahwa sektor ini menjadi salah satu yang paling tekena dampak akibat pengenalan ChatGPT pada November 2022 dan peluncuran beberapa model bahasa besar pesaingnya pada bulan yang sama.

Penelitian ini dimulai dengan menganalisis hasil pencarian Google pada beberapa bulan setelah perilisan, menyoroti efek negatif yang dialami dalam industri ini.

"'Penulisan GPT' saat ini merupakan istilah pencarian paling umum dibandingkan dengan domain lain seperti 'Terjemahan GPT' atau 'Pengembangan perangkat lunak GPT'," ungkap peneliti.

Mereka mengungkapkan bahwa temuan ini dapat diartikan sebagai bukti yang mengindikasikan bahwa meskipun berbagai industri terdampak oleh kehadiran ChatGPT, dampak jangka pendeknya lebih terlihat dalam pekerjaan yang terkait dengan penulisan.

Menurunnya jumlah penulis lepas dan pendapatan yang diterima melalui UpWork tampaknya memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat dengan perilisan ChatGPT, seperti yang dijelaskan oleh Xiang Hui, Oren Reshef dari Washington University, dan Luofeng Zhou dari NYU dalam penelitian mereka.

Baca Juga: Samsung Galaxy S24 Akan Banyak Peningkatan AI, Dibantu ChatGPT dan Google Bard

Penurunan jumlah pekerjaan dan penawaran gaji yang rendah menunjukkan bahwa "pekerja lepas menghadapi kemungkinan 1,2% lebih rendah untuk mendapatkan pekerjaan pada bulan tertentu dan mengalami penurunan 4,7% dalam volume pekerjaan," demikian hasil penelitian, yang menyebut dampak AI sebagai "signifikan secara ekonomi."

Lebih lanjut, studi ini menemukan bukti yang konsisten bahwa "pekerja berkualitas tinggi mengalami dampak yang tidak proporsional," menunjukkan bahwa pekerja lepas dengan bayaran tinggi merupakan kelompok yang paling terpukul.

Para peneliti menegaskan, "Kami tidak menemukan bukti bahwa layanan berkualitas tinggi, yang diukur dari kinerja dan catatan kerja masa lalu, dapat mengurangi dampak negatif pada lapangan kerja. Bahkan, temuan kami menunjukkan bahwa pekerja lepas papan atas sangat terpengaruh oleh AI."

Meskipun penelitian ini hanya memeriksa dampak jangka pendek dari AI generatif, hasilnya menunjukkan bahwa teknologi ini "menurunkan permintaan secara keseluruhan untuk semua jenis pekerja berpengetahuan dan mungkin dapat mempersempit kesenjangan upah di antara pekerja."

Walaupun penelitan ini memberikan bukti baru dan awal terkait dampak jangka pendek dari AI generatif, peneliti menulis bahwa "implikasi untuk jangka panjang mungkin sangat berbeda, dan tidak jelas bagaimana temuan kami dapat diperluas ke periode yang lebih lama."

Pertanyaan seputar penggunaan AI dan potensinya untuk menggantikan penulis dan freelancer menjadi pusat perdebatan dalam aksi mogok di Hollywood pada musim panas ini.

Kontrak WGA mencakup ketentuan perlindungan bagi penulis, termasuk pembatasan terhadap penggunaan AI oleh studio dan menjelaskan bagaimana karya dari anggota serikat pekerja dapat digunakan untuk melatih AI.

Meskipun Kesepakatan SAG-AFTRA, yang masih menunggu ratifikasi anggota, juga mencakup klausul terkait AI, rinciannya belum dipublikasikan.


***


Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore