Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 September 2022 | 17.03 WIB

Hacker Bjorka Berulah Lagi, Klaim Punya Dokumen Presiden dan Surat BIN

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Nama Bjorka sedang menjadi pembicaraan. Bukan nama yang berprestasi atau punya peran penting dalam kemajuan bangsa ini, Bjorka merupakan nama panggil peretas yang mengklaim memiliki miliaran data SIM Card (berupa NIK dan KK) yang belakangan unjuk gigi di forum peretas Breached.to.

Terbaru soal Bjorka, usai data SIM Card, peretas menarget Presiden Joko Widodo. Peretas Bjorka mengklaim telah membocorkan dokumen-dokumen penting kepresidenan termasuk surat-surat rahasia dari Badan Intelijen Negara atau BIN.

Topik terkait aksi terbaru Bjorka ini juga kembali viral di Twitter. Melalui akun forum hacker DarkTracer, peretas Bjorka mengklaim menguasai data penting Presiden.

Menurut klaim Bjorka, data tersebut berukuran 40 MB dan berisi 679.180 dokumen. Bjorkan mengklaim data-data tersebut dirampas per September 2022. Jika benar, maka data-data tersebut akan termasuk dokumen dari pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini.

Sebelumnya, hacker Bjorka juga sudah woro-woro mengenai aksi lanjutan "sebar data" ini. Pada Jumat (9/9) sore, peretas Bjorka mengumumkan pada saluran Telegram miliknya, bahwa target selanjutnya adalah Presiden RI.

"Kebocoran selanjutnya akan datang dari presiden Indonesia," tulisnya dikutip Jumat (9/9).

Sementara di forum Breached.to, Bjorka pada Jumat (9/9) malam juga sudah menebar ancaman. "Berisi surat transaksi juga dokumen yang dikirim ke Presiden, termasuk kumpulan surat yang dikirim Badan Intelijen Negara yang berlabel rahasia," tulis Bjorka dalam unggahan di forum online Breached.co.

Sampai berita ini dibuat, belum diketahui pasti isi data-data tersebut valid atau tidak. Pihak Kantor Kepresidenan belum memberikan tanggapan. Hal yang sama juga dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang saat dikonfirmasi JawaPos.com belum memberikan jawaban.

Seebelumnya Bjorka telah membuat pemerintah kerepotan dengan mengungkap kebocoran data kartu SIM Indonesia yang berjumlah miliaran, data pengguna IndiHome, pelanggan PLN, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan beberapa perusahaan lainnya.

Bjorka menjual data-data tersebut di forum peretas online dengan harga beragam. Belum diketahui apa motif peretas Bjorka ini, tetapi hingga saat ini tampaknya ia hanya ingin mencari keuntungan finansial dari data-data yang dibocorkan dan belum diketahui apakah ada motif lain di belakangnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore