
Photo
JawaPos.com - Selama masa pandemi ini, banyak industri di Indonesia yang memaksimalkan sumber daya untuk bidang teknologi dan digital dalam hal pemasaran, penjualan, promosi, dan lain-lain. Transformasi digital ini lah yang membuat banyak perusahaan saat ini membuka banyak lowongan di bidang teknologi dan digital.
Namun, jika melihat pernyataan Bank Dunia, Indonesia diprediksi akan kekurangan sembilan juta talenta ICT (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi) di tahun 2030. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan jumlah permintaan talenta di bidang IT & Digital yang tidak dibarengi dengan pertumbuhan talenta.
Permintaan yang tinggi ini berdampak juga terhadap meningkatnya gaji talenta di bidang IT dan digital. Berdasarkan data dari Laporan Gaji 2022 JobStreet, bidang IT menempati urutan teratas dalam 10 gaji tertinggi dan 10 pertumbuhan gaji tertinggi di Indonesia menurut spesialisasi dan level pekerjaan.
Bahkan di tingkat fresh graduate atau tingkat pemula, kenaikannya mencapai 13,7 persen, sementara terdapat banyak bidang pekerjaan yang malah mengalami penurunan gaji. Bila dilihat berdasarkan industrinya, industri IT atau Komputer mengalami peningkatan gaji sebesar 33,3 persen di level manajemen (C level).
Selain itu, laporan Decoding Digital Talent milik SEEK Asia juga membuktikan bahwa pekerja digital bersemangat untuk pindah kerja agar bisa mengeksplorasi peran dan tantangan baru. Kemudian, dalam laporan yang mensurvei lebih dari 9.000 pekerja digital di berbagai negara seperti Singapura, Indonesia, Denmark dan Swiss ini, terbukti bahwa niat belajar keahlian baru paling tinggi ada di bidang teknologi dan IT.
“Saat ini, karena banyaknya jumlah perusahaan yang memanfaatkan teknologi dan platform digital, jumlah karyawan yang dibutuhkan pun meningkat dengan cukup signifikan. Tidak hanya perusahaan yang berfokus di bidang IT dan teknologi, tapi banyak juga perusahaan konvensional yang sudah menyadari pentingnya untuk go digital," ujar Yuliana Dewi, Head of Human Resources JobStreet Indonesia melalui jumpa pers daring, Selasa (8/3).
Dia melanjutkan, perusahaan-perusahaan ini pun siap untuk menawarkan gaji yang tinggi bagi para karyawan karena menyadari pentingnya peran mereka di era yang sudah berubah ini. Namun sebaliknya, para pencari kerja juga perlu memperkuat keahlian mereka dalam bidang teknologi dan digital untuk bisa bersaing mulai dari proses melamar kerja hingga saat sudah mulai bekerja.
Dalam kesempatan yang sama, Sawitri Hertoto, Country Marketing Manager JobStreet Indonesia menyebut, dengan kebutuhan talenta teknologi dan digital yang tinggi, JobStreet Indonesia mendukung percepatan transformasi digital perusahaan. Hal ini ditunjukan dengan meluncurkan Tech Virtual Career Fair Terbesar di Asia dalam waktu dekat.
“Saat ini, karena banyaknya jumlah perusahaan yang memanfaatkan teknologi dan platform digital, jumlah karyawan yang dibutuhkan pun meningkat dengan cukup signifikan," ungkap Sawitri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
