
Pesawat berbahan bakar hidrogen yang tengah dikembangkan Inggris. (AutoEvolution).
JawaPos.com - Selama beberapa dekade belakangan, teknologi penerbangan terus berevolusi dari berbagai aspek mulai dari kenyamanan sampai yang terpenting adalah keselamatan. Segalanya terus disempurnakan. Selain semakin cepat, pesawat saat ini juga bisa menempuh jarak yang semakin jauh.
Semakin inovatif, para insinyur di bidang teknologi penerbangan saat ini terus melahirkan gagasan-gagasan baru. Seperti yang dilakukan perusahaan asal Inggris ini misalnya, mengembangkan pesawat berbahan bakar hidrogen yang diklaim mampu menempuh jarak sangat jauh namun hemat bahan bakar.
Pesawat berbahan bakar hidrogen sendiri sebetulnya bukan ide baru. Raksasa-raksasa penerbangan seperti Boeing dan Airbus sebelumnya juga tengah berkutat dengan gagasan ini.
Namun kali ini lain, FlyZero, proyek yang didanai oleh pemerintah Inggris dan dipimpin oleh Aerospace Technology Institute (ATI) untuk meneliti, merancang, dan membangun pesawat komersial menengah bertenaga hidrogen kini bersiap menuju penerbangan uji coba perdananya.
Konsep yang baru-baru ini diluncurkan disebut akan dapat menerbangkan 279 penumpang dari London ke tempat-tempat seperti San Francisco, Beijing, Rio de Janeiro, Sydney, atau Honolulu, dengan kecepatan yang sama dengan pesawat saat ini dan sama nyamannya, namun hanya sekali berhenti untuk mengisi bahan bakar.
Pesawat perintis, dengan lebar sayap 177 kaki (54 meter), akan dilengkapi dengan dua mesin turbofan bertenaga hidrogen dan mampu menawarkan jangkauan 5.250 mil laut (6.000 mil/9.723 km) yang mengesankan.
Tangki di belakang badan pesawat dan di sepanjang sisi depan badan pesawat akan membawa hidrogen cair pada -250 derajat Celcius (-418 derajat Fahrenheit). Konsep ini dimungkinkan berkat inovasi teknologi FlyZero yang dikembangkan selama fase penelitian, termasuk sayap kering (sayap tanpa tangki bahan bakar), sistem bahan bakar kriogenik, sel bahan bakar, turbin gas hidrogen, dan sistem tenaga listrik.
Menurut peneliti ATI, hidrogen cair dianggap sebagai alternatif yang layak untuk penerbangan jarak jauh tanpa emisi. Sebab, bahan bakar ini setara dengan tiga kali energi minyak tanah, dan enam puluh kali energi baterai, per kilogram namun lebih ramah lingkungan.
Namun tantangan jelas ada, selain dari segi teknologi, biaya pengembangan pesawat jenis ini juga sangat tinggi. Namun, seiring meningkatnya permintaan hidrogen, biaya pada akhirnya akan turun ke titik di mana generasi baru pesawat bertenaga hidrogen akan dapat beroperasi dalam skala besar.
ATI memperkirakan hal ini akan terjadi setidaknya 10 tahun dari sekarang. Sampai saat itu tiba, tiga konsep akhir FlyZero yang bernama regional, narrow body, dan midsize dijadwalkan bakal diuji terbang pada awal 2022, bersama dengan penilaian keberlanjutan, ditambah semua laporan keuangan dan pasar.
Dengan segera diuji cobanya pesawat berbahan bakar hidrogen ini, tampaknya penerbangan jarak jauh yang sangat efisien dan juga ramah lingkungan akan segera menjadi kenyataan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
