
Ilustrasi: Domain internet. (BusinessInsider).
JawaPos.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menargetkan sebanyak 472.569 domain .id (dot id) baru di Indonesia sampai akhir 2020. Mindset lama terkait domain internet harus .com (dot com) masih menjadi salah satu hambatan Pandi dalam peningkatan penggunaan domain lokal .id.
Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama dan Pemasaran Pandi, Heru Nugroho menyampaikan, mindset kalau domain harus .com merupakan hal yang berusaha mereka atasi. "Ini kan seperti sudah tertanam di otak kita kalau domain internet itu harus .com. Padahal kan tidak, ada domain lokal yang bisa dipilih seperti .id ini," ujar Heru dalam sebuah sesi media di Jakarta belum lama ini.
Selain masalah persepsi kalau domain internet harus .com, Heru juga menyebut yang membuat domain .id sulit tumbuh adalah karena ini sepenuhnya atau murni sebagai mekanisme pasar. Menurutnya, di negara lain, pemerintah ada yang sampai turun tangan untuk mewajibkan setiap domain internet di negaranya menggunakan domain lokal.
"Kalau di luar negeri beberapa negara memberikan privilege dengan setiap perusahaan yang masuk harus punya domain negara tersebut. Kalau di Indonesia tidak. Di sini murni mekanisme pasar," lanjutnya.
Pandi dalam mengurusi nama domain .id tidak hanya bekerja di dalam negeri saja. Market luar juga dibidiknya untuk menggunakan domain internet .id. Sementara untuk hambatan di luar negeri adalah bekerja sama dengan mitra luar untuk registri domain.
Pandi menurut datanya juga menyebut kalau Indonesia berada di posisi kedua setelah Vietnam yang memiliki jumlah domain lokal sebanyak 494.758 dengan peningkatan 7,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Malaysia berada di peringkat ketiga dengan jumlah domain lokal sebanyak 322.992. Selanjutnya, Singapura dan Thailand berada di posisi keempat dan kelima dengan jumlah domain lokal masing-masing 182.115 dan 71.996.
Seperti sudah disinggung di atas, tahun ini Pandi menargetkan penggunaan nama domain .id dapat mencapai 472.569 dengan pertumbuhan 35 persen dari tahun sebelumnya. Salah satu cara untuk mencapai target tersebut adalah Pandi ingin pro-aktif mempromosikan diri agar nama domain .id dapat digunakan oleh negara-negara lain.
Pandi kini mempunyai situs domain .id. Situs tersebut merupakan marketplace berbahasa Inggris untuk berjualan nama domain .id. Selain itu, tahun ini, Pandi juga akan melakukan sejumlah kerja sama lanjutan dan baru yang akan dimulai terhadap perusahaan, lembaga atau instansi, organisasi dan lainnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
