Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 April 2018 | 00.22 WIB

Kasus Anomali Satelit Telkom 1 Dianggap Rampung

Ilustrasi: Stasiun bumi milik Telkom kala pengoperasian satelit Telkom 3S. - Image

Ilustrasi: Stasiun bumi milik Telkom kala pengoperasian satelit Telkom 3S.

JawaPos.com - Kasus anomali satelit Telkom 1 yang terjadi pada Agustus 2017 menghangat kembali belakangan ini. Hal ini rupanya membuat Komisi VI DPR heran. Pasalnya, Telkom dinilai telah melakukan langkah-langkah antisipatif dalam bisnis satelit.


"Nah itu (satelit Telkom 1 dipersoalkan lagi) yang saya tidak mengerti. Padahal masalah itu sekali lagi sudah selesai. Setahu saya saat satelit itu alami kerusakan, saat itu juga Telkom bergerak cepat. Mereka sanggup memenuhi target penyelesaian gangguan layanan," ujar Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/4).


"Bahkan, saya dengar banyak pihak yang memberikan apresiasinya. Kalau penanganannya buruk pada saat itu, pasti Telkom ditinggalkan pelanggannya," sambung dia.

Menurutnya, penanganan Satelit Telkom 1 berhasil meminalisir dampaknya terhadap layanan pelanggan. "Para pengguna Satelit Telkom 1 pun yang umumnya dari kalangan perbankan saya amati dapat menerima dan memahami apa yang dilakukan Telkom. Jadi menurut saya persoalan Telkom 1 sudah selesai dengan baik tidak ada yang mempertanyakan lagi," katanya.


Sementara itu, anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso meminta kepada pihak-pihak yang terus mempersoalkan keberadaan satelit telkom 1, yang alami kerusakan beberapa waktu lalu, untuk tidak terlalu membesar-besarkannya. "Masalah itu sudah selesai saya kira. Setahu saya saat alami kerusakan, saat itu juga Telkom bergerak cepat melakukan perbaikan (recovery). Dan hasilnya kan maksimal," jelasnya.


"Apalagi Telkom sudah berpengalaman mengelola satelit sejak tahun 1976. Tidak perlu lah dibesar-besarkan. Sudah selesai itu," imbuh politikus Golkar itu.

Dia menambahkan, Telkom telah melakukan langkah-langkah antisipatif dan konkret dalam bisnis satelit. Bahkan Telkom akan meluncurkan satelit Telkom 4 yang akan secepatnya beroperasi. "Kalau tidak salah bulan Agustus ini. Kalau untuk manufacturing-nya progresnya sudah 99 persen berdasarkan info yang saya dapat. Pabrik Space Systems Loral (SSL) bisa menyelesaikan lebih cepat dari jadwal malahan katanya," pungkas dia.


Seperti diketahui, Telkom mulai bersiap untuk peluncuran satelit Telkom 4 atau satelit Merah Putih yang diperkirakan menelan investasi sebesar USD 190 juta. Satelit Telkom 4 direncanakan membawa 60 transponder, sebanyak 36 transponder akan disewakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisa 24 transponder akan dipasarkan untuk India.


Satelit Telkom 4 rencananya akan diluncurkan menggunakan Roket Falcon 9 milik perusahaan antariksa SpaceX dari Amerika Serikat ke slot orbit 108 Bujur Timur. Slot ini sebelumnya ditempati satelit Telkom 1.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore