
Ilustrasi: Stasiun bumi milik Telkom kala pengoperasian satelit Telkom 3S.
JawaPos.com - Kasus anomali satelit Telkom 1 yang terjadi pada Agustus 2017 menghangat kembali belakangan ini. Hal ini rupanya membuat Komisi VI DPR heran. Pasalnya, Telkom dinilai telah melakukan langkah-langkah antisipatif dalam bisnis satelit.
"Nah itu (satelit Telkom 1 dipersoalkan lagi) yang saya tidak mengerti. Padahal masalah itu sekali lagi sudah selesai. Setahu saya saat satelit itu alami kerusakan, saat itu juga Telkom bergerak cepat. Mereka sanggup memenuhi target penyelesaian gangguan layanan," ujar Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/4).
"Bahkan, saya dengar banyak pihak yang memberikan apresiasinya. Kalau penanganannya buruk pada saat itu, pasti Telkom ditinggalkan pelanggannya," sambung dia.
Menurutnya, penanganan Satelit Telkom 1 berhasil meminalisir dampaknya terhadap layanan pelanggan. "Para pengguna Satelit Telkom 1 pun yang umumnya dari kalangan perbankan saya amati dapat menerima dan memahami apa yang dilakukan Telkom. Jadi menurut saya persoalan Telkom 1 sudah selesai dengan baik tidak ada yang mempertanyakan lagi," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso meminta kepada pihak-pihak yang terus mempersoalkan keberadaan satelit telkom 1, yang alami kerusakan beberapa waktu lalu, untuk tidak terlalu membesar-besarkannya. "Masalah itu sudah selesai saya kira. Setahu saya saat alami kerusakan, saat itu juga Telkom bergerak cepat melakukan perbaikan (recovery). Dan hasilnya kan maksimal," jelasnya.
"Apalagi Telkom sudah berpengalaman mengelola satelit sejak tahun 1976. Tidak perlu lah dibesar-besarkan. Sudah selesai itu," imbuh politikus Golkar itu.
Dia menambahkan, Telkom telah melakukan langkah-langkah antisipatif dan konkret dalam bisnis satelit. Bahkan Telkom akan meluncurkan satelit Telkom 4 yang akan secepatnya beroperasi. "Kalau tidak salah bulan Agustus ini. Kalau untuk manufacturing-nya progresnya sudah 99 persen berdasarkan info yang saya dapat. Pabrik Space Systems Loral (SSL) bisa menyelesaikan lebih cepat dari jadwal malahan katanya," pungkas dia.
Seperti diketahui, Telkom mulai bersiap untuk peluncuran satelit Telkom 4 atau satelit Merah Putih yang diperkirakan menelan investasi sebesar USD 190 juta. Satelit Telkom 4 direncanakan membawa 60 transponder, sebanyak 36 transponder akan disewakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisa 24 transponder akan dipasarkan untuk India.
Satelit Telkom 4 rencananya akan diluncurkan menggunakan Roket Falcon 9 milik perusahaan antariksa SpaceX dari Amerika Serikat ke slot orbit 108 Bujur Timur. Slot ini sebelumnya ditempati satelit Telkom 1.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
