
Vago Baggage Compressor
JawaPos.com - Traveling memang begitu menyenangkan. Apalagi ketika berbelanja oleh-oleh. Momen ini sering kali menjadi wajib untuk dilakukan setiap traveler.
Namun, permasalahan muncul ketika membawa souvenir atau oleh-oleh belanjaan dalam jumlah cukup banyak, sedangkan ukuran bagasi atau koper terbatas. Lantas bagaimana mengatasinya? Membeli tas baru hanya untuk menaruh oleh-oleh tentu bakal lebih merepotkan dan membuat biaya perjalanan membengkak.
Peluang inilah yang disambut Creation Cell. Startup asal Taiwan itu membuat inovasi baru untuk mengatasi permasalah tersebut dengan mengembangkan produk inovatif bernama Vago.
Vago adalah Baggage Compressor. Perangkat mungil ini mampu memampatkan barang bawaan dalam tas atau koper lebih rapi, sehingga menciptakan ruang ekstra.
Product & Marketing Manager PT Axindo Infotama selaku distributor resmi Vago Baggage Compresor untuk pasar Indonesia, Yuyun Muljadi mengatakan, kini para travelers bisa memasukkan aneka souvenir untuk dibawa pulang ke rumah tanpa perlu membeli koper tambahan.
“Vago adalah perangkat kecil yang dapat Anda bawa dengan mudah saat bepergian. Bisa memampatkan (kompres) baju secara otomatis yang menciptakan ruang ekstra hingga 50 persen dalam bagasi Anda,” jelasnya dalam keterangan pers yang diterima JawaPos.com, Selasa (30/1).
Menurut dia, Vago dapat membuat pengalaman baru sebagai alat perjalanan yang penting. Sebab berdasarkan riset internal Vago, pakaian, tas dan bahan lembut lainnya memakan sebagian besar ruang di tas koper. Padahal sebenarnya sebagian besar volume bahan ini kebanyakan ditempati udara yang membuat tas menjadi terlihat gemuk.
Dia menambahkan, Vago dapat mengurangi jumlah udara dalam ruang penyimpanan semisal tas menggunakan sistem vakum mirip penyedot debu. Tujuannya agar udara dalam tas yang tidak terpakai dapat terpompa keluar dan menjadikan tas terlihat lebih langsing serta menciptakan ruang kosong yang lebih.
Cara kerjanya, yakni hanya dibutuhkan empat langkah instan. Pertama, memasukkan aneka pakaian ke dalam vacuum bag. Kemudian, menempelkan Vago pada tempat yang disediakan. Selanjutnya, menyambungkan kabel ke colokan atau stop kontak. Terakhir, menekan tombol Vago dan menunggu beberapa saat sampai lampu indikator berubah menjadi warna hijau.
“Vago sangat kecil dengan ukuran yang hampir sama dengan telur. Dengan dimensi panjang hanya 70 mm dan berat 85 gram, membuat Vago sangat mudah untuk dibawa selama perjalanan Anda. Perangkat ini memiliki sensor cerdas untuk mendeteksi tekanan dan mampu berhenti secara otomatis setelah kompresi penuh, sehingga menghemat waktu dan energi anda,” jelas Yuyun.
Vago memakai adapter dan kabel jenis micro-USB universal. Kalaupun tidak menemukan colokan selama perjalanan, bisa juga menggunakan daya dari power bank. Sehingga konsep portabilitasnya diklaim akan benar-benar maksimal.
Vago bisa didapatkan di situs belanja online Lazada dan Tokopedia. Alat tersebut dijual dengan harga Rp 1,1 juta. Ada dua pilihan warna yang tersedia yaitu Black dan White. Dalam packaging sudah termasuk vacuum bag ukuran M. Vacuum bag atau kantong penyimpan barang juga dijual terpisah, tersedia dalam ukuran kecil (S) dan sedang (M).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
