
Airvida solusi pemurni udara
JawaPos.com - Setiap hari, polusi sudah menjadi teman yang jahat bagi kaun urban. Buruknya kualitas udara harus diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan tubuh yang berisiko pada kematian. Polusi bisa mencemari paru-paru menjadi tak sehat.
Itu sebabnya, keberadaan udara segar menjadi hal yang berharga bagi penduduk di kota besar. Salah satu solusi untuk mendapatkan udara segar bebas polusi setiap hari adalah dengan menggunakan pemurni udara. Namun, pemurni udara yang saat ini ada di Indonesia terbilang barang mewah. Belum lagi, bentuk dan ukuran yang sulit untuk dibawa ke mana saja.
Salah satu produk pemurni udara yang bisa menjadi solusi adalah Airvida. Keistimewaan Airvida terletak pada bentuknya yang elegan dan bisa dibawa ke mana saja. Desainnya yang seperti kalung memudahkan pengguna untuk membawanya serta ke berbagai tempat baik untuk acara informal maupun formal. Selain itu, pengguna Airvida juga tidak perlu menyiapkan baterai ekstra dan bisa bertahan hingga 32 jam.
“Produk ini sangat populer di beberapa negara Eropa, seperti Inggris, Paris, dan Belanda serta di Jepang, Korea, dan Taiwan, terutama pada musim semi banyak orang menderita alergi serbuk sari,” ujar Managing Director PT Global Inti Jaringan, distributor tunggal Airvida Indonesia, Miri Hwang, dalam keterangan tertulis, Jumat (17/11).
Menurut Miri, secara ilmiah, udara segar penting untuk menjaga kesehatan seseorang. Pasokan udara segar dapat memberi kita persediaan oksigen yang cukup dibutuhkan oleh otak dan setiap sel tubuh. Penelitian menunjukkan dengan menghabiskan waktu di udara segar akan meningkatkan energi pada 90 persen orang. Jumlah ion negatif normal di udara segar adalah 2000-4000 ion negatif/cc.
Menurut penelitian ion negatif paling banyak terdapat di air terjun. Air terjun berisi 10 ribu-20 ribu ion negatif/cc, yaitu 10-20 kali dibandingkan dengan taman. Airvida bisa menghasilkan sekitar 2 juta ion negatif/cc, yaitu 100-200 kali lebih banyak dari air terjun.
Ion negatif juga terbukti dapat meningkatkan aktivitas mental dan fisik, mempercepat penyembuhan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan mendetoksifikasi sistem tubuh, sehingga berbagai manfaat bagi penggunanya untuk mengatasi asma dan alergi akibat udara yang tercemar, membantu konsentrasi otak, meningkatkan kualitas tidur, dan lainnya.
"Terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi. Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya kesehatan,” tutur Miri.
Tak dimungkiri, udara perkotaan dipenuhi emisi gas buang kendaraan bermotor. Data WHO 2016, Jakarta dan Bandung menjadi juara dari sepuluh kota dengan pencemaran udara terburuk di Asia Tenggara. Hal itu mengakibatkan masalah pernapasan (ISPA), alergi, dan hilangnya fokus atau konsentrasi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
