Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 September 2017 | 20.37 WIB

Samsung Catat Pre-Order Terbanyak Sepanjang Sejarah Samsung Indonesia

PERDANA: Pengunjung melakukan unboxing Samsung Galaxy Note 8 di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, kemarin. Samsung berupaya menguasai segmen premium dengan S8 dan Note 8. - Image

PERDANA: Pengunjung melakukan unboxing Samsung Galaxy Note 8 di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, kemarin. Samsung berupaya menguasai segmen premium dengan S8 dan Note 8.

JawaPos.com – Produsen alat komunikasi, tampaknya, tak ragu menggenjot produk di segmen premium. Alasannya, pasar di segmen tersebut masih stabil dan ramai peminat.


Salah satunya Samsung Electronics Indonesia yang meluncurkan Galaxy Note 8 dan meresmikan Galaxy International Experience Store di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, kemarin (29/9).


Penjualan perdana untuk Galaxy Note 8 dilakukan Samsung di dua kota sekaligus, yakni Jakarta dan Surabaya. ”Sambutannya di luar ekspektasi. Kami tidak bisa menyebut detail angkanya, tapi ini merupakan pre-order terbanyak sepanjang sejarah Samsung Indonesia,” terang IM Marketing Director Samsung Electronics Indonesia Vebbyna Kaunang.


Pemesanan Galaxy Note 8 tersebut mengungguli Galaxy Note 5 dan bahkan Samsung S8. ”Pengguna Note ini memang paling loyal. Jadi update baru selalu ditunggu,” ujarnya.


Booth Samsung di Ground Floor Lotte Shopping Avenue dipadati pengunjung sejak pukul 09.30 WIB. Pembeli pertamanya adalah Zulfikar, 51, asal Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.


Selain consumer launch Galaxy Note 8, Samsung meresmikan Galaxy International Experience Store (GIES) terbesar se-Asia Tenggara. ”Konsumen Samsung ternyata tidak hanya butuh store untuk membeli produk, tapi juga tempat untuk mengeksplorasi teknologi dan berbagai permasalahan gadgetnya,” ucap Chief Operating Officer Erajaya Retail Group JW Kim.


Samsung optimistis store tersebut mampu mengukuhkan posisi Samsung sebagai market leader di segmen smartphone premium. ”Pasar smartphone premium mengambil porsi 15 persen dari total market.


Sementara Samsung memiliki 70 persen market share. Prediksinya, market premium akan terus tumbuh,” jelas Vebbyna.


Kehadiran store juga diharapkan mendongkrak tren penjualan offline agar mengimbangi tren belanja online. ”Pembelian online tumbuh sangat cepat, tapi porsinya masih minim. Mayoritas masih melakukan pembelian offline,” pungkasnya. (*)


Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore