
Pembukaan FujiFilm Fair 2017
JawaPos.com - Produsen film fotografi, Fujifilm, terus melakukan inovasi agar bisa melebarkan sayap bisnisnya ke berbagai bidang. Kini, Fujifilm hadir dengan tujuan jangka panjang untuk menjadi perusahaan yang memiliki solusi, mencegah, mendeteksi, dan mengobati penyakit serta masalah kesehatan.
CEO Fujifilm Holdings Corporation, Shigetaka Komori menyatakan bahwa fokus strategi Fujifilm merupakan ekspansi global terutama negara berkembang. Asia Tenggara dilirik sebagai area yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat.”Indonesia, dengan jumlah populasi dan daya beli yang besar menjadi negara yang sangat potensial,” ujarnya kemarin (29/8).
Setelah melakukan penjajakan, Fujifilm Indonesia akan lebih fokus mengincar pasar Indonesia di masing-masing unit bisnisnya.“Kami terlahir kembali dari inovasi di berbagai bidang, dan dengan cara yang sama, kami akan mengembangkan pangsa pasar dan meningkatkan keberadaan kami di Indonesia,” kata Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia, Noriyuki Kawakubo.
Pengembangan itu, lanjut Kawakubo, sejalan dengan visi dan misi PT Fujifilm Indonesia untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, industri, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat Indonesia.”Dengan penambahan layanan, kami menargetkan pertumbuhan penjualan di tahun fiskal 2017 sebesar 5-20 persen,” sebutnya.
Hal ini memicu Fujifilm Indonesia untuk terus menerus secara konsisten melakukan perluasan jaringan distributor, perluasan layanan pasar, ditengah persaingan pasar sangat kompetitif. “Kita menyadari seiring berjalannya waktu, era digitalisasi mulai menjalar diberbagai bidang kehidupan. Inovasi dan terobosan baru akan selalu penting di seluruh aspek kehidupan masyarakat,” tambahnya.
PT Fujifilm Indonesia saat ini memiliki enam unit bisnis yang terdiri dari divisi Electronic Imaging (kamera dan lensa), divisi Photo Imaging (mesin pencetak foto, kertas foto, dan instax), divisi Graphic Art (mesin digital printing, offset dan onset), divisi Medical (alat-alat kesehatan), divisi Industrial Products (prescale dan NDT), dan divisi Life Science (perawatan kulit).
Di bidang kesehatan, Fujifilm hadir dengan tujuan jangka panjang untuk menjadi perusahaan yang memiliki solusi, mencegah, mendeteksi, dan mengobati penyakit serta masalah kesehatan. Dalam aspek mencegah, Fujifilm memiliki suplemen kesehatan dan skincare (ASTALIFT), sementara di aspek mendeteksi telah dikembangkan alat-alat yang membantu mendeteksi penyakit seperti X-Ray, endoskopi, dan USG.
Dalam aspek mengobati, Fujifilm sangat gencar melakukan merger & acquisition perusahaan obat-obatan regenerative dan obat-obat molekul kecil.”Di satu sisi Fujifilm tetap secara konsisten bergelut dengan berbagai riset agar dapat meningkatkan kualitas produk fotografinya selama lebih dari delapan decade,” jelasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
