Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2015 | 13.38 WIB

Wow Keren, Ini Dia Teknologi Hasil Pengembangan Autodesk

Virtual Reality Hasil Pengembangan Autodesk - Image

Virtual Reality Hasil Pengembangan Autodesk

JawaPos.com- Acara Autodesk University Extension (AUx) ASEAN 2015 yang digelar di Jakarta memberikan seminar-seminar mengenai penggunaan perangkat lunak milik Autodesk.



Perangkat ini bisa diaplikasikan di dalam dunia industri besar, seperti konstruksi, arsitektur, manufaktur, otomotif atau transportasi, dunia hiburan, telekomunikasi hingga pemerintahan.



Perusahaan yang berpusat di California, Amerika Serikat, ini juga memamerkan teknologi hasil dari pengembangan melalui perangkat lunak yang dimiliki. Autodesk mengungkap berbagai teknologi di event bergengsi ini. Antara lain, Autodesk Ember 3D Printer.



Ini adalah pertama kalinya perusahaan Autodesk menampilkan perangkat keras 3D-nya di Indonesia. Autodesk melakukan pendekatan terbuka kepada spark software platform-nya dan perangkat Ember untuk memacu inovasi dalam ekosistem 3D printing.



Kemudian, Autodesk VRED dan fungsi virtual reality yang tidak hanya memberikan kemampuan bagi pembuat kendaraan dalam mengembangkan kendaraan yang berkualitas, Autodesk VRED juga merevolusi pengalaman membeli bagi pelanggan.



Mereka bisa merasakan fitur-fitur dalam mobil secara virtual. Bahkan, hal ini bisa dilakukan sebelum mobil diproduksi.



Terakhir, Autodesk InfraWorks 360 dan fungsi virtual reality bagi para profesional di industri pembangunan dan konstruksi untuk menciptakan model kota 3D secara virtual. Ini memungkinkan para pengguna untuk melihat desain bangunan atau infrastruktur yang rumit, bahkan sebelum proses pembangunan dilakukan.



Seminar ini juga diikuti dari perwakilan dari berbagai kalangan termasuk Airmas Asri Architects, Daihatsu Indonesia, Surya Toto dan banyak organisasi lainnya juga mengikuti Aux ASEAN 2015.



Manajemen Autodesk berbagi cerita mengenai bagaimana mereka mengadopsi perangkat lunak desain 3D yang canggih untuk mengembangkan bisnis mereka.



Sementara itu, dari sisi komersial, Autodesk juga mengubah model bisnisnya untuk mendukung para konsumen melakukan penyesuaian agar lebih mudah dan dengan biaya yang lebih rendah dalam lingkungan bisnis yang berubah.



Senior Vice President Autodesk untuk kawasan Asia Pasifik, Patrick Williams menjelaskan, perusahaan yang berusia 33 tahun tersebut mengenalkan model bisnis berbasis langganan, Autodesk Subscription, yang menawarkan pelanggan dalam membayar sesuai dengan kebutuhan yang digunakan (pay-as-you-go).



Cara ini berlaku untuk produk dan layanan cloud Autodesk. Pengguna dapat mendaftar untuk berlangganan dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, beberapa tahun, per tahun, setiap tiga bulan atau bulanan, sehingga menjadikannya lebih fleksibel dan terjangkau.



“Kami mengembangkan bisnis kami ini agar pelanggan dapat berkembang dengan bisnis mereka. Kami percaya dengan berlangganan, bukan hanya cara yang lebih baik bagi pelanggan untuk mengelola dan menggunakan perangkat lunak, namun juga membantu melindungi dan mengoptimalkan investasi mereka dalam teknologi Autodesk dan memberikan jalan ke depannya," jelas Williams saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/9). (fab/JPG)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore