Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Maret 2018 | 16.01 WIB

Canggihnya Gedung Data Center 2 Milik PT DCI

Presiden Direktur PT DCI Indonesia Toto Sugiri (kanan) dan Direktur Sales and Marketing J.C Gani berbicara disela acara penutupan atap (Topping Off) Gedung Data Center Kedua di kawasan MM2100 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/3). - Image

Presiden Direktur PT DCI Indonesia Toto Sugiri (kanan) dan Direktur Sales and Marketing J.C Gani berbicara disela acara penutupan atap (Topping Off) Gedung Data Center Kedua di kawasan MM2100 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/3).


Lantas bagaimana DCI bisa mempertahankan semua komputer dan server di data center mereka supaya tetap menyala dan dingin? Menurut Toto, perusahannya sengaja menyediakan dua sumber daya listrik yakni dari PT Cikarang Listrindo dan dari PT PLN.


"Kami menyambungkan data center kami ke dua sumber daya. Jadi kemungkinan kedua sumber daya itu mati bersamaan sangat kecil," tegas Toto yang sebelumnya tercatat sebagai pendiri PT Sigma Caraka, sebelum kemudian diakusisi Telkom.


Ditanya mengenai berapa investasi yang digelontorkan untuk membangun data cener bersetifikasi Tier IV, Toto menjawab dengan berdiplomasi.


"Dana yang kami investasikan untuk membangun data center Tier IV, 70 persen lebih banyak dari yang diperlukan untuk membangun data center Tier III," kata Toto.


Investasi tersebut, menurut Toto, lebih banyak dialokasikan untuk pengadaan perangkat seperti server, pendingin, dan UPS, ketimbang untuk pembangunan fasilitas gedung sendiri.


Untuk semakin memperkuat pelayanan, DCI juga sejak 2013, telah bermitra dengan Equinix, sebuah perusahaan data center global yang beroperasi di 44 negara di dunia dan terkoneksi ke lebih dari 9.500 pelanggannya di seluruh dunia.


Dengan begitu, sebagai cloud and carrier neutral data center, DCI menyediakan jasa kepada penyedia layanan cloud dan telekomunikasi dengan infrastruktur kelas dunia.


Dengan layanan seperti itu, siapakah klien-klien DCI? Hingga kini, DCI tercatat telah melayani klien dari berbagai bank, asuransi, perusahaan telekomunikasi, e-commerece dan cloud, baik nasional maupun multinasional.


"Selama ini klien kami mayoritas perusahaan finansial dan multinasional," tutur Toto.


Menurut dia, perusahaan finansial berskala besar dengan standar tinggi dan paling teregulasi membutuhkan layanan data center yang handal, aman, dan terpercaya dengan standar operasional global.


Dalam hal ini DCI telah menjadi market leader untuk melayani perusahaan finansial ini sebagai data center utama mereka.


Ditambah, Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang penyelenggaraan pemrosesan transaksi pembayaran juga mengharuskan penyelenggara jasa pembayaran dan perusahaan jasa penunjang, seperti penyedia layanan jasa center untukmendapatkan izin dari bank sentral untuk beroperasi di negeri ini.


"Kita memiliki strategi untuk membentuk ekosistem yang bermanfaat untuk klien. Sebagai contoh sistem finansial pasti membutuhkan perusahaaan pembayaran seperti kartu kredit dan sistem pembayaran seperti ini dibutuhkan oleh perusahaan cloud, e-commerce, dan OTT yang ada di dalam data center kami. Hal ini memberikan nilai tambah, terutama biaya yang lebih efisien secara jangka panjang. Sehingga kami merancang ekosistem ini secara sistematis dari awal,” punkgas Toto.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore