
Ilustrasi robot humanoid. (pixabay)
JawaPos.com - Robot humanoid kini semakin mendekati kenyataan. Perkembangan ini sangat bergantung pada dua hal yakni kecerdasan fisik dan kemampuan penalaran real-time.
Untuk mempercepat kemajuan ini, Analog Devices, Inc. (ADI) mengumumkan kolaborasi penting dengan NVIDIA. Keduanya akan menggunakan NVIDIA Jetson Thor untuk mendorong pengembangan robot humanoid dan robot bergerak otonom (autonomous mobile robots/AMRs).
Kerja sama ini menggabungkan kekuatan unik dari masing-masing perusahaan. ADI membawa keahliannya dalam sensor presisi, kontrol gerak, manajemen daya, dan konektivitas deterministik. Sementara itu, NVIDIA menyumbang performa komputasi luar biasa dari Jetson Thor, Holoscan Sensor Bridge, dan Isaac Sim. Gabungan teknologi ini menciptakan jalur yang jelas untuk membawa robot berpikir dari tahap simulasi ke penerapan praktis.
Adapun NVIDIA Jetson Thor mengubah standar robotika dengan performa yang setara server namun dengan konsumsi daya yang lebih efisien. Dilengkapi GPU NVIDIA Blackwell dan CPU Arm Neoverse, platform ini mampu mencapai performa AI sebesar 2070 FP4 TFLOPS. Kemampuan ini didukung oleh I/O berkecepatan tinggi, yang memungkinkan pemrosesan data sensorik dari berbagai sumber secara real-time.
Jetson Thor adalah platform pertama yang mampu menjalankan model dasar robotika (robotics foundation models) dalam skala besar, mulai dari model visual-bahasa hingga visual-bahasa-aksi. Ini memungkinkan robot tidak hanya memahami lingkungan, tetapi juga membuat keputusan yang cerdas dan bertindak dengan presisi fisik yang tinggi.
Fokus ADI pada teknologi sensor, persepsi, kontrol, dan konektivitas memastikan bahwa penalaran ini dapat dijalankan dengan akurasi di dunia nyata.
Paul Golding, VP Edge AI Analog Devices Inc., mengatakan, robot kini bisa memahami tugas-tugas kompleks. ADI menyediakan presisi fisik, sedangkan NVIDIA Jetson Thor memberikan kemampuan penalaran.
“Yang mampu merespons kondisi dunia nyata secara real-time. Bersama, kami membawa humanoid dari simulasi ke tahapan yang siap diterapkan secara nyata,” ungkap VP Edge AI Analog Devices Inc., Paul Golding dalam keterangannya.
Di samping itu, ADI mencatat bahwa setiap sendi pada robot humanoid membutuhkan kontrol yang sangat presisi untuk arus, posisi, dan torsi. Setiap sentuhan memerlukan umpan balik dari sensor taktil dan sensorik. Humanoid modern akan bergantung pada banyak perception nodes, yang semuanya harus berjalan secara deterministik dan responsif. Inilah keunggulan ADI, yang memastikan semua sistem ini berjalan sinkron dan akurat.
Adapun demi mengatasi kesenjangan antara simulasi dan dunia nyata, ADI mengintegrasikan foundation models ke dalam development stack mereka. Tujuannya adalah agar perangkat keras ADI bisa beroperasi di NVIDIA Isaac Sim sama seperti di dunia nyata.
Dengan cara ini, para pengembang bisa melakukan iterasi dengan cepat di tahap simulasi dan kemudian dengan mulus menerapkannya pada sistem nyata menggunakan perangkat keras ADI dan Jetson Thor.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
