Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 13.15 WIB

Kolaborasi Apik! ADI & NVIDIA Ciptakan Robot Humanoid yang Bisa Berpikir Real-Time

Ilustrasi robot humanoid. (pixabay) - Image

Ilustrasi robot humanoid. (pixabay)

JawaPos.com - ​Robot humanoid kini semakin mendekati kenyataan. Perkembangan ini sangat bergantung pada dua hal yakni kecerdasan fisik dan kemampuan penalaran real-time. 

Untuk mempercepat kemajuan ini, Analog Devices, Inc. (ADI) mengumumkan kolaborasi penting dengan NVIDIA. Keduanya akan menggunakan NVIDIA Jetson Thor untuk mendorong pengembangan robot humanoid dan robot bergerak otonom (autonomous mobile robots/AMRs).

​Kerja sama ini menggabungkan kekuatan unik dari masing-masing perusahaan. ADI membawa keahliannya dalam sensor presisi, kontrol gerak, manajemen daya, dan konektivitas deterministik. Sementara itu, NVIDIA menyumbang performa komputasi luar biasa dari Jetson Thor, Holoscan Sensor Bridge, dan Isaac Sim. Gabungan teknologi ini menciptakan jalur yang jelas untuk membawa robot berpikir dari tahap simulasi ke penerapan praktis.

Adapun ​NVIDIA Jetson Thor mengubah standar robotika dengan performa yang setara server namun dengan konsumsi daya yang lebih efisien. Dilengkapi GPU NVIDIA Blackwell dan CPU Arm Neoverse, platform ini mampu mencapai performa AI sebesar 2070 FP4 TFLOPS. Kemampuan ini didukung oleh I/O berkecepatan tinggi, yang memungkinkan pemrosesan data sensorik dari berbagai sumber secara real-time.

​Jetson Thor adalah platform pertama yang mampu menjalankan model dasar robotika (robotics foundation models) dalam skala besar, mulai dari model visual-bahasa hingga visual-bahasa-aksi. Ini memungkinkan robot tidak hanya memahami lingkungan, tetapi juga membuat keputusan yang cerdas dan bertindak dengan presisi fisik yang tinggi. 

Fokus ADI pada teknologi sensor, persepsi, kontrol, dan konektivitas memastikan bahwa penalaran ini dapat dijalankan dengan akurasi di dunia nyata.

​Paul Golding, VP Edge AI Analog Devices Inc., mengatakan, robot kini bisa memahami tugas-tugas kompleks. ADI menyediakan presisi fisik, sedangkan NVIDIA Jetson Thor memberikan kemampuan penalaran. 

“Yang mampu merespons kondisi dunia nyata secara real-time. Bersama, kami membawa humanoid dari simulasi ke tahapan yang siap diterapkan secara nyata,” ungkap VP Edge AI Analog Devices Inc., Paul Golding dalam keterangannya.

Di samping itu, ​ADI mencatat bahwa setiap sendi pada robot humanoid membutuhkan kontrol yang sangat presisi untuk arus, posisi, dan torsi. Setiap sentuhan memerlukan umpan balik dari sensor taktil dan sensorik. Humanoid modern akan bergantung pada banyak perception nodes, yang semuanya harus berjalan secara deterministik dan responsif. Inilah keunggulan ADI, yang memastikan semua sistem ini berjalan sinkron dan akurat.

Adapun demi mengatasi kesenjangan antara simulasi dan dunia nyata, ADI mengintegrasikan foundation models ke dalam development stack mereka. Tujuannya adalah agar perangkat keras ADI bisa beroperasi di NVIDIA Isaac Sim sama seperti di dunia nyata. 

Dengan cara ini, para pengembang bisa melakukan iterasi dengan cepat di tahap simulasi dan kemudian dengan mulus menerapkannya pada sistem nyata menggunakan perangkat keras ADI dan Jetson Thor.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore