
CEO OpenAI Sam Altman berbincang dengan CEO Google DeepMind Demis Hassabis di sela-sela KTT G7, Rabu (17/6) (AP News)
JawaPos.com - OpenAI mengungkap sebuah insiden keamanan yang disebut sebagai salah satu kasus pertama ketika sistem kecerdasan buatannya melakukan tindakan peretasan secara mandiri terhadap perusahaan AI lain. Perusahaan pembuat ChatGPT itu mengatakan agen AI miliknya berhasil menemukan celah keamanan, menggunakan kredensial yang dicuri, dan mengakses server Hugging Face saat menjalani evaluasi kemampuan model.
Insiden tersebut terjadi setelah Hugging Face mendeteksi penyusupan pada sistem pemrosesan datanya pekan lalu. Alih-alih dilakukan langsung oleh peretas manusia, serangan itu diduga berasal dari agen AI yang mampu menjalankan rangkaian tindakan sendiri untuk mencapai tujuan tertentu.
Dilansir dari AP News, Rabu (22/7/2026), CEO OpenAI Sam Altman mengakui perusahaan mengalami "insiden keamanan besar selama evaluasi model kami." OpenAI menyebut kejadian tersebut sebagai "insiden siber yang signifikan" dan mengatakan pelajaran utama dari kasus ini adalah kebutuhan agar keamanan model AI berkembang seiring dengan peningkatan kemampuannya.
Baca Juga:OpenAI Pertimbangkan Skema Saham 5 Persen untuk Pemerintah AS: Tanda Baru Arah ‘Ekonomi AI Kolektif’
Menurut OpenAI, serangan tersebut melibatkan kombinasi beberapa model AI, termasuk model GPT-5.6 yang baru dirilis serta model lain yang masih dalam tahap pengujian internal. Dalam proses evaluasi kemampuan keamanan siber, sistem tersebut menggunakan kredensial yang dicuri dan menemukan kerentanan yang sebelumnya belum diketahui untuk mengakses server Hugging Face.
OpenAI menjelaskan bahwa model tersebut "melakukan berbagai upaya ekstrem untuk mencapai tujuan pengujian yang cukup terbatas" dan berhasil menemukan informasi rahasia yang dapat digunakan untuk memanipulasi hasil evaluasi. Kasus ini menjadi perhatian industri teknologi karena menunjukkan bagaimana model AI canggih mulai memiliki kemampuan melakukan operasi siber kompleks di luar instruksi sederhana pengguna.
Sementara itu, CEO sekaligus pendiri bersama Hugging Face, Clément Delangue, mengatakan pihaknya sempat menduga serangan tersebut berasal dari laboratorium AI terkemuka karena tingkat kecanggihannya.
"Kami menduga serangan siber minggu lalu mungkin berasal dari laboratorium terdepan, mengingat kecanggihan agen tersebut. Ternyata memang demikian," ujar Delangue.
Dia juga menegaskan tidak menemukan indikasi adanya niat jahat dari OpenAI dan menyebut kejadian itu sebagai sesuatu yang "sangat mengejutkan karena semuanya terjadi secara otonom."
Delangue menambahkan bahwa insiden tersebut "mungkin menjadi insiden pertama dari jenisnya."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022