Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Mei 2025, 02.06 WIB

Mengintip Cara Kerja Sistem Pengereman Regeneratif, Teknologi Ramah Lingkungan di Balik Mobil Masa Kini

Ilustrasi sistem pengereman regeneratif (Dok. iStockphoto) - Image

Ilustrasi sistem pengereman regeneratif (Dok. iStockphoto)

JawaPos.com - Di balik kemewahan mobil listrik dan hibrida masa kini, tersimpan sebuah teknologi canggih yang tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga menjadi solusi untuk masa depan yang lebih ramah lingkungan: sistem pengereman regeneratif.

Teknologi ini memungkinkan kendaraan untuk memanen kembali sebagian energi yang biasanya terbuang sia-sia saat mengerem. Jika pada sistem pengereman konvensional energi kinetik kendaraan hilang sebagai panas, maka dengan pengereman regeneratif, energi tersebut diubah menjadi listrik dan disimpan kembali ke dalam baterai kendaraan.
 
 
Sistem ini bekerja dengan membalik fungsi motor listrik. Saat pengemudi menginjak pedal rem, motor listrik kendaraan beralih ke mode pembalik. Alih-alih menggerakkan roda, motor kini melawan gerak kendaraan, memperlambat lajunya. Dalam proses ini, motor berfungsi sebagai generator yang menghasilkan listrik dari momentum kendaraan. Listrik yang dihasilkan kemudian dialirkan ke baterai atau kapasitor untuk digunakan kembali.
 
Teknologi pengereman regeneratif saat ini banyak ditemukan pada kendaraan listrik seperti Tesla, serta mobil hibrida seperti Toyota Prius. Namun, konsep awalnya justru sudah diterapkan sejak lama pada mobil troli. Kini, penerapannya bahkan merambah ke sepeda listrik dan mobil balap Formula 1.
 
Tak hanya pada sistem elektrik, produsen otomotif seperti Ford dan Eaton Corporation tengah mengembangkan sistem pengereman regeneratif hidrolik atau Hydraulic Power Assist (HPA). Sistem ini memanfaatkan pompa reversibel dan cairan hidrolik untuk menyimpan energi dari pengereman dan menggunakannya kembali saat akselerasi. Teknologi ini diprediksi mampu menyimpan hingga 80 persen energi yang biasanya terbuang.
 
Manfaat sistem pengereman regeneratif tak hanya soal efisiensi. Penggunaan teknologi ini berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 25 persen pada mobil listrik, dan hingga 45 persen pada sistem hidrolik. Hal ini sangat relevan di tengah kekhawatiran dunia terhadap kelangkaan bahan bakar fosil dan emisi karbon.
 
Sebagai bagian dari sistem yang semakin kompleks, pengereman regeneratif dikendalikan oleh pengontrol elektronik canggih. Alat ini memutuskan kapan motor harus membalik arah, menghitung seberapa besar torsi yang tersedia untuk dikonversi menjadi listrik, serta memastikan distribusi energi ke baterai secara aman dan efisien.
 
Seiring dengan berkembangnya teknologi mobil masa depan, sistem pengereman regeneratif menjadi langkah penting menuju kendaraan yang lebih cerdas, hemat energi, dan berkelanjutan. Di masa mendatang, bukan tidak mungkin seluruh kendaraan di jalanan akan dilengkapi teknologi ini sebagai standar, memperpanjang usia baterai, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dan tentu saja, membantu melindungi bumi.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore