Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Agustus 2024 | 04.01 WIB

Bitcoin Ambruk USD 53.000, Terungkap, Ini Penyebabnya

Ilustrasi: Instrumen investasi digital Bitcoin. (NewsBTC).

JawaPos.com - Bitcoin (BTC), salah satu instrumen investasi aset digital yang lagi naik daun kembali dilaporkan drop nilainya. Bahkan, Bitcoin dilaporkan ambruk senilai USD 53.000 atau berkisar Rp 857 jutaan.

Dilansir dari BeInCrypto, harga Bitcoin turun menjadi USD 52.780 pada saat artikel ini ditulis setelah melewati beberapa level support. Dalam seminggu terakhir saja, nilai BTC telah turun dari USD 65.000 menjadi USD 52.780, mencapai titik terendah dalam lima bulan terakhir.
 
Total kapitalisasi pasar kripto bereaksi terhadap penurunan pasar keuangan makro, turun hampir USD 300 miliar dalam 24 jam terakhir. Saat ini, pada USD 1,81 triliun, pasar kripto berada pada titik terendah dalam lima bulan.
 
 
Berada di atas level support USD 1,80 triliun, pasar kripto mengalami lonjakan karena laporan Non-farm payrolls AS yang lemah pada hari Jumat lalu. Pekerjaan baru turun dari 179.000 pada bulan Juni menjadi 114.000 pada bulan Juli, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%.
 
Beberapa faktor dan penyebab anjloknya Bitcoin adalah dari sisi makroekonomi lainnya dan ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel juga berkontribusi terhadap sentimen pasar.
 
Sementara itu, mengutip CNBC Crypto World, harga bitcoin menurut Coin Metrics, mata uang kripto anjlok lebih dari 13% pada hari Senin menjadi USD 50.963,57. Pada satu titik, mata uang kripto tersebut anjlok ke USD 49.111,10, level terendah dan pertama kalinya di bawah USD 50.000 sejak Februari lalu.
 
 
Selain itu, Bitcoin juga dikabarkan telah kehilangan hampir 18% nilainya sejak Sabtu lalu. Seminggu yang lalu, pada 20 Juli, harganya naik hingga USD 69.982.
 
“Penurunan tiga puluh persen, meskipun menakutkan, adalah hal yang wajar selama pasar bullish dan hal itu menggembirakan karena bitcoin bangkit kembali di atas $50.000,” kata salah satu pendiri Nexo, Antoni Trenchev. 
 
“Namun jangan salah, kita berada dalam lingkungan pasar yang tidak stabil dan tidak menentu, saat untuk berubah menjadi bullish adalah ketika bitcoin kembali mencapai rata-rata pergerakan 200 harinya, yang biasanya memberi tahu kita apakah kita berada dalam pasar bullish atau bearish, pada USD 61.500," terang Trenchev.
 
 
Ethereum, aset kripto lain malahan disebut kerugiannya bahkan lebih besar. Aset kripto tersebut anjlok 17% menjadi USD 2.271,21, sehingga kerugian tiga harinya menjadi 24% dan menghapus keuntungannya pada tahun 2024.
 
Saham kripto termasuk yang paling terpukul dalam perdagangan pra-pasar. Coinbase
mengalami penurunan sebesar 13%, sementara MicroStrategy
anjlok hampir 17%. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore