Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Januari 2024 | 21.36 WIB

Peringatkan Ancaman Malware, CEO Google Beri Imbauan Pengguna Android Saat Mengunduh Aplikasi

CEO Google Sundar Pichai./ Sumber foto: The Sun - Image

CEO Google Sundar Pichai./ Sumber foto: The Sun

JawaPos.com - Chief Executive Officer (CEO) Google mengeluarkan peringatan kepada pengguna android atas ancaman saat mengunduh aplikasi.

CEO Google Sundar Pichai telah memperingatkan bahayanya menginstall aplikasi diluar Google Play Store kepada jutaan pengguna android.

Salah satu kemudahan saat menggunakan ponsel yang menggunakan Sistem Operasi (OS) android adalah anda bisa menginstall aplikasi yang bukan dari toko aplikasi yaitu playstore.

Namun kini, CEO Google  Sundar Pichai telah memperingatkan bahayanya menyimpang dari Google Play Store.

Dilansir dari Microsoft Stars (28/1), Pichai menyampaikan komentar tersebut dalam sidang pengadilan baru-baru ini, menyoroti masalah keamanan saat mengunduh aplikasi dari toko pihak ketiga.

Google saat ini terlibat dalam perselisihan hukum dengan Epic Games, perusahaan di balik blockbuster hit Fortnite, atas praktik Google Play Store-nya.

"Kami tidak ingin membiarkan Anda mengkompromikan ponsel Anda sepenuhnya."

"Ini bisa memasang malware di ponsel Anda. Ini bisa membahayakan keselamatan Anda, secara signifikan," kata Sundar Pichai. dan etos terbuka di balik Android, eksekutif Google sangat menyadarinya.

“Kami mencoba untuk mencapai keseimbangan,” ucapnya. "IPhone Apple hanya mengizinkan App Store, tapi kami percaya pada pilihan. Jadi, di Android kami mengizinkan Anda melakukan sideload dan menginstal aplikasi tambahan. Ini seperti sabuk pengaman di dalam mobil. Kami menambahkan perlindungan sehingga Anda dapat menggunakannya dengan aman."

Epic Games pernah menggugat Google pada tahun 2020 atas komisi 30% yang diambil dari barang digital yang dijual di Google Play Store san pembelian aplikasi yang dilakukan dalam aplikasi game.

Epic Games mengklaim etalase digital Google, yang sudah diinstal sebelumnya di setiap perangkat Android dengan akses ke layanan Google seperti YouTube, Gmail, dan Google Maps, merupakan monopoli yang melanggar hukum.

Pengembang Fortnite ingin Google membuat toko aplikasi pihak ketiga, memasang aplikasi dari internet, dan pemrosesan pembayaran non-Google lebih mudah diakses.

Epic Games mengatakan perubahan ini akan membuat Android lebih ramah terhadap pengembang karena mereka akan dapat memutuskan apakah mereka ingin mendistribusikan aplikasi dan game mereka di Google Play Store atau toko pesaing secara setara.

Namun, Google berpendapat bahwa tuntutan Epic Games akan mencegahnya menawarkan pengalaman pengguna yang aman di Android karena risiko yang terkait dengan mengizinkan pengguna mengunduh perangkat lunak dari mana saja.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore