Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Agustus 2022 | 03.06 WIB

Rangkul Microsoft, BSSN Janji Perkuat Ketahanan Siber Indonesia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pertahanan siber di Indonesia memang kerap disorot, berbagai insiden kejahatan dunia maya seperti banyaknya kasus kebocoran data masih sering terjadi. Kasus ini menimpa banyak sektor, bahkan untuk yang dinaungi pemerintah pun tak kalah payahnya.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang dianggap punya peran penting menjaga ketahanan siber Indonesia juga tak bisa menangani dan kerap kali bobol. Seolah menanggapi kelemahannya dalam menangani ketahanan siber di Tanah Air, BSSN dan Microsoft baru-baru ini mengumumkan kemitraan strategis untuk bekerja sama melalui Program Intelijen Ancaman Siber (Cyber Threat Intelligence Program/CTIP) Microsoft.

Kerja sama ini diklaim merupakan sebuah langkah yang bertujuan untuk memperkuat keamanan infrastruktur negara terhadap ancaman siber. Melalui kemitraan strategis ini, BSSN akan mendapatkan akses ke intelijen ancaman siber Microsoft di Indonesia, sehingga memberikan insight lebih baik tentang infrastruktur siber kriminal yang ada.

Sementara itu BSSN, dengan pengetahuan domain jaringannya, dapat membantu menjalankan intelijen dua arah untuk mengidentifikasi infrastruktur yang disusupi, dan memperingatkan entitas yang terkena dampak di Indonesia terhadap potensi ancaman kejahatan siber.

“Program Intelijen Ancaman Siber Microsoft dipimpin oleh Unit Kejahatan Digital atay Digital Crimes Unit (DCU) kami, suatu tim internasional yang terdiri dari pakar teknis, hukum, dan bisnis yang dibentuk pada tahun 2008 untuk memerangi kejahatan siber dalam skala global. Keahlian dan pandangan unik DCU akan jaringan kriminal online dapat menemukan berbagai bukti yang bisa digunakan sebagai rujukan kriminal ke lembaga penegak hukum di seluruh dunia," kata Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel dan Regional Lead, Microsoft Digital Crimes Unit Asia melalui keterangannya.

Sejak 2010, DCU telah berkolaborasi dengan penegak hukum dan mitra global lainnya dalam menghadapi 25 operasi gangguan malware di seluruh dunia, sehingga membantu jutaan perangkat untuk tetap aman dari penjahat siber.

Sementara itu, Microsoft melalui program CTIP-nya, telah mengumpulkan dan mendistribusikan intelijen siber yang dapat ditindaklanjuti sejak 2013. Termasuk di antaranya operasi penghapusan botnet yang dilakukan Microsoft DCU ke Tim Tanggap Darurat Komputer (Computer Emergency Response Teams/CERT), Penyedia Layanan Internet (Internet Service Providers/ISP), serta Pusat Analisis dan Pembagian Informasi Infrastruktur Kritis (Critical Infrastructure Information Sharing and Analysis Center/ISAC).

Data CTIP juga disertakan ke dalam produk dan layanan Microsoft yang spesifik untuk membantu pelanggan mengidentifikasi ancaman di lingkungan komputasi mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Mayjen TNI Dominggus Pakel, Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi, BSSN menyebut, pihaknya menyambut baik dan senang bermitra dengan Microsoft dalam Program Intelijen Ancaman Siber yang dapat membantu meningkatkan kapabilitas keamanan siber dalam mencegah serta memitigasi ancaman serta serangan siber.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat meningkatkan jaminan keamanan siber Indonesia untuk semua sektor, baik pemerintahan, Infrastruktur Informasi Vital, ekonomi digital dan masyarakat. Dengan adanya kemitraan ini diharapkan dapat membantu mengatasi terjadinya peningkatan ancaman serta serangan siber atau kejahatan siber yang terjadi di Indonesia,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2021, BSSN melaksanakan tugas pemerintahan di bidang keamanan siber dan sandi untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan Pemerintahan. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, BSSN melaksanakan operasi keamanan siber melalui identifikasi, deteksi, proteksi, penanggulangan, pemulihan, dan pemantauan insiden keamanan siber dan sandi nasional, serta pengelolaan krisis siber nasional.

Berdasarkan data hasil monitoring yang dilaksanakan oleh Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional/National Cybersecurity Operation Center (NSOC), pada tahun 2021 BSSN telah mencatat sekitar 1,6 miliar anomali traffic atau serangan siber di Indonesia yang meningkat sebanyak tiga kali lipat jika dibandingkan pada tahun 2020.

Adapun jenis serangan siber bersifat teknis seperti malware, aktivitas trojan, dan pengumpulan informasi menjadi jenis ancaman/serangan siber yang paling dominan terjadi di Indonesia. Kemitraan yang baru terbentuk dengan Microsoft kini diharapkan dapat memperkuat proses kerja BSSN khususnya dalam bidang intelijen ancaman siber dan analisis malware.

Dengan adanya kerja sama yang dilakukan bersama Microsoft, BSSN mendapatkan intelijen siber dari DCU Microsoft berupa informasi-informasi yang dapat dikonsumsi pada platform yang telah dimiliki. Melalui kerja sama ini pula, BSSN mendapatkan akses pada CTIP threat intel sharing program yang dapat dimanfaatkan untuk berbagi informasi ancaman siber, serta informasi tentang operasi disrupsi malware dan botnet yang dilakukan oleh DCU Microsoft.

Termasuk di antaranya data feeds terkait infeksi malware serta infrastruktur yang terkompromi. “Kepercayaan dimulai dengan keamanan siber. Tidak ada satupun perusahaan atau negara yang dapat memenangkan pertempuran keamanan siber sendirian. Oleh karena itu, kemitraan lintas organisasi dan industri menjadi sangat penting," tandas Dominggus.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore