Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 April 2022 | 20.43 WIB

Belanja Online Meningkat saat Ramadan, ini Tips Terhindar dari Phising

Waspada phising di bulan Ramadan. (Istimewa). - Image

Waspada phising di bulan Ramadan. (Istimewa).

JawaPos.com - Saat menyambut Ramadan, keluarga di Indonesia memulai persiapan tahunan mereka termasuk berburu banyak promo secara online. Tak tinggal diam, hal ini dimanfaatkan para pelaku kejahatan siber.

Dengan pengetahuan tentang tren, mereka meluncurkan situs phising untuk menargetkan pengguna. Kaspersky melalui analis terbarunya untuk tahun 2021 melalui sistem anti-phising-nya mengklaim telah berhasil memblokir sebanyak 253 juta tautan phising secara global.

Secara total, 8,20 persen pengguna Kaspersky di berbagai negara dan wilayah di seluruh dunia disebut telah menghadapi setidaknya satu serangan phising tahun lalu. Di Asia Tenggara, Filipina mencatat angka tertinggi terkait pengguna yang terkena upaya phising pada tahun 2021 dengan 9,90 persen, diikuti oleh Malaysia (8,49 persen), dan Thailand (7,93 persen).

Sementara Indonesia mencatat 7,70 persen dan Vietnam mencatat 7,45 persen pengguna. Singapura (3,30 persen) memiliki persentase angka pengguna terendah yang terkena jenis ancaman ini. Tahun lalu, Indonesia mengalami penurunan pangsa pengguna yang terkena upaya serangan sebesar 3,9 persen dibandingkan dengan 11,60 persen pada tahun 2020.

Kaspersky menyebut, kendati jumlah serangan phishing menurun, ini tidak berarti data dan keuangan online kita juga lebih aman. "Tahun lalu, kami telah mengamati penurunan di berbagai jenis ancaman seperti malware seluler dan phising. Ini karena 'spray and pray' atau teknik penyebaran random bukan lagi metode yang disukai para penjahat dunia maya," kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Siang Tiong menambahkan, berdasarkan data mereka, terungkap bahwa para pelaku kejahatan siber sekarang memilih pendekatan yang lebih bertarget. Mereka menyelaraskan serangan dengan tren dan hari besar lokal terkini misalnya.

Mereka bahkan membuat iemail phishing atau situs web palsu yang dipersonalisasi, dan mengirimkannya ke target yang diinginkan. Permintaan belanja online masih tetap tinggi pada 2021.

Tren phising pun mengikuti. Analisis Kaspersky mengungkapkan halaman phising paling sering dirancang untuk meniru toko online (17,61 persen). Diikuti oleh portal internet global (17,27 persen) di tempat kedua

Sistem pembayaran berada di angka 13,11 persen, naik 4,7 persen dibandingkan tahun 2020 menyalip perbankan (11,11 persen). Sementara itu, dengan 87 persen orang Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran seluler bahkan jauh sebelum pandemi terjadi, tidak mengherankan bahwa phisher menargetkan sektor ini.

"Belanja online dan pembayaran elektronik adalah bagian penting dari kegiatan perayaan dan liburan untuk banyak masyarakat. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk waspada terutama terhadap pengumuman penjualan dan penawaran menarik yang disampaikan melalui email, pesan teks, kiriman media sosial, atau bahkan telepon," lanjut Siang Tiong.

Terhindar dari Ancaman Phising

Menurutnya, ancaman dapat datang dari mana saja, tetapi kita dapat melindungi diri sendiri dengan kewaspadaan dan solusi keamanan yang andal yang terpasang di perangkat kita. Dan, untuk menghindari menjadi korban penipuan phising selama Ramadhan, Kaspersky menyarankan pengguna untuk jangan pernah mengeklik tautan mencurigakan yang dikirimkan kepada kamu melalui teks, SMS, aplikasi messenger, atau platform lainnya.

Kemudian, kenali saluran komunikasi resmi bank digital kamu. Penting untuk mengidentifikasi saluran komunikasi resmi lainnya seperti media sosial, situs web, email, dan WhatsApp dari bank digital yang kamu gunakan, untuk menghindari penipuan yang meniru bank terkait.

Aktifkan notifikasi. Mengaktifkan notifikasi real-time di ponsel dapat membantu kamu bertindak cepat jika ada keluhan penipuan dari otorisasi bank digital kamu dan hindari keterikatan emosional berlebih saat berbelanja online, perayaan yang megah biasanya akan mengarah pada kecepatan untuk mendapatkan penawaran terbaik dalam waktu yang terbatas.

Selalu ingat juga bahwa berpikir dua kali sebelum berbelanja online sangat disarankan agar kamu dapat menghindari risiko penipuan online. Terakhir, hanya bagikan atau izinkan akses ke informasi kamu dengan pihak ketiga bila benar-benar diperlukan, untuk meminimalkan informasi jatuh ke tangan yang salah.

Termasuk, jangan membagikan kode OTP dengan siapa pun kecuali Anda sendiri dan siapkan otentikasi dua faktor untuk melindungi akun. Pasalnya, banyak serangan phishing bertujuan untuk membajak akun. Tetapi, bahkan jika penyerang mendapatkan login dan kata sandi, kamu masih dapat menghentikan mereka untuk masuk ke akun, dengan menyiapkan otentikasi dua faktor jika memungkinkan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore