Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Februari 2022 | 19.13 WIB

Kecepatan Internet di Kota Besar Indonesia Setara Tokyo dan Sydney

Ilustrasi: Kecepatan internet. - Image

Ilustrasi: Kecepatan internet.

JawaPos.com - Kecepatan internet operator selular Indonesia tak kalah dengan operator selular di kota-kota besar dunia, seperti Tokyo atau Sydney.

Kecepatan yang tinggi itu sangat dirasakan di kota-kota besar, seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, dan Semarang.

"Buktinya internet kita mumpuni dapat dilihat dari pengemudi ojek online. Dengan kecepatan dan kualitas internet yang handal mereka masih bisa melayanani masyarakat dengan baik. Itu membuktikan kualitas internet di beberapa kota besar di Indonesia masih bisa diandalkan. Tanpa ada kualitas dan kecepatan yang baik, mereka akan kesulitan untuk mendapatkan order," ujar Agung Harsoyo, dosen Sekolah Teknik Elektronika dan Informasi (STEI-ITB) kepada JawaPos.com, Selasa (8/2).

Untuk kecepatan internet untuk operator seluler di kota besar itu tak kalah dengan operator selular di kota-kota besar dunia seperti Tokyo atau Sydney.

Berdasar data terbaru Speedtest by Ookla dalam laporan Speedtest Global Index Desember 2021, kecepatan internet Indonesia berada di peringkat ke 113 dari 138 negara di dunia.

Tingkat rata-rata kecepatan internet mobile di Indonesia mengalami penurunan. Bahkan kecepatannya berada di bawah Laos dan Kamboja. Kecepatan unduh internet mobile di Indonesia hanya 15 Mbps. Sedangkan kecepatan unggah mencapai 9,16 Mbps.

Lebih jauh Agung mengatakan, meski kecepatan internet di beberapa kota besar di Indonesia sudah terbilang bagus, namun kualitas mobile broadband di luar kota-kota besar perlu ditingkatkan. Pasalnya, kualitas internet di Indonesia belum seragam antar-wilayah.

Ketidakseragaman itu dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya ketersediaan fiber optik dan jumlah atau kerapatan BTS operator selular yang berada di suatu wilayah.

Jika fiber optik dan kerapatan BTS yang dibangun oleh operator sudah banyak, maka akses mobile internet di Indonesia akan semakin cepat dan seragam.

"Misalnya saja internet di kota atau kabupaten di wilayah Papua, Maluku, dan daerah lainnya tidak akan seperti kota-kota besar," ujar Agung. Untuk kecepatan internet di wilayah timur itu dimasukkan ke dalam perhitungan yang dibuat oleh Speedtest.

Jaringan broadband internet mobile di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ketersediaan fiber optik sebagai backbone dan kerapatan BTS yang dimiliki operator selular. Sehingga, kecepatan internet mobile yang di luar kota-kota besar memberikan dampak penurunan terhadap rata-rata kecepatan internet di Indonesia.

Meski demikian, Agung sangat yakin untuk kecepatan internet di Indonesia masih dapat mengakses dengan baik dalam layanan media sosia, video streaming seperti YouTube atau Netflix, video conference, virtual meeting menggunakan Zoom atau Google Meet, maupun game online.
Dengan kecepatan unduh internet 15 Mbps di Indonesia saat ini, sudah dapat dikatakan mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Lanjut Agung, saat ini masyarakat Indonesia belum membutuhkan speed yang sangat cepat untuk layanan mobile broadband. Secara teknis, untuk dapat menikmati layanan medsos, video streaming, video conference, virtual meeting, maupun game online, minimal speed yang dibutuhkan 2 Mbps.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore