Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2023 | 01.47 WIB

Tanggapi Isu Merger dengan Smartfren, Bos XL Axiata Bilang Begini

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini di Jakarta, Senin (9/10). (RianAlfianto/JawaPos.com). - Image

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini di Jakarta, Senin (9/10). (RianAlfianto/JawaPos.com).

JawaPos.com - Belum lama ini, industri telekomunikasi atau telko di Tanah Air dipanaskan dengan kabar yang menyebut bahwa XL Axiata akan melakukan merger dengan Smartfren. 
Bloomberg menyebut kalau operator nirkabel terbesar di Malaysia, Axiata Group Bhd. dan konglomerat Indonesia PT Sinar Mas Group telah menghidupkan kembali pembicaraan yang dapat mengarah pada penggabungan operasi telekomunikasi mereka di Indonesia.
 
Memang, isu konsolidasi operator seluler (opsel) terus digaungkan setelah Indosat Ooredoo bergabung dengan Hutchison Tri Indonesia. Merger Indosat dan Tri ini kemudian menjadi operator bernama Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH.
 
Sementara, operator lainnya, XL Axiata digadang-gadang akan mengawinkan bisnis dengan Smart Telecom alias Smartfren. Konsolidasi operator pun pun turut didorong oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi demi membuat industri telekomunikasi menjadi lebih sehat.
 
 
Muncul dalam momen ulang tahun XL Axiata ke-27, Senin (9/10) di Jakarta, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini akhirnya menanggapi isu tersebut. Dian mengamini kalau konsolidasi opsel adalah hal yang baik untuk industri meski tak merujuk operator mana yang tengah jajaki upaya konsolidasi.
 
"Pak Menteri katakan idealnya ada tiga operator, jadi memang konsolidasi baik untuk industri dan bisa membuat industri lebih sehat," tutur Dian Siswarini kepada JawaPos.com.
 
Lebih lanjut dian mengatakan, jumlah operator seluler saat ini masih terlalu banyak. Karenanya, menurut Dian, XL Axiata dan pemegang saham terus menjajaki kemungkinan konsolidasi dari waktu ke waktu. 
 
 
"XL Axiata dan pemegang saham selalu menjajaki kemungkinan konsolidasi. Ibaratnya, perkawinan harus ada kata sepakat," imbuh Dian. 
 
Sayangnya, terkait dengan isu merger yang dikabarkan bakal dilakukan XL Axiata dengan Smartfren, Dian menyebut kalau dirinya sendiri sebagai bagian dari manajemen XL Axiata menyebut, manajemen tidak banyak banyak terlibat dalam konsolidasi. 
 
"Jadi sampai saat ini sebagai manajemen tidak banyak terlibat karena yang terlibat share holder antara holder melakukan hal tersebut, kalau mau lebih lanjut informasinya lebih ke Axiata, kami XL support kalau terjadi konsolidasi," pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore