
Photo
JawaPos.com - Bagi para job seeker atau pencari kerja, mendapat panggilan interview adalah hal yang sangat ditunggu. Usai lulus sekolah atau perguruan tinggi, mendapat pekerjaan sesuai kemauan dan keahlian tentu menyenangkan.
Namun, bagaimana bila sudah melamar di banyak perusahaan, tak kunjung mendapat panggilan kerja? Apakah mendapatkan pekerjaan sedemikian sulit? Bisa juga karena hal itu ada yang salah dari format lamaran.
Soal mencari kerja, seperti disampaikan Customer Care Manager JobStreet, Riza Herlambang, selain CV yang menarik, keahlian bidang dan profil, ada dua hal penting yang mesti diperhatikan. Pertama adalah senantiasa berevolusi, dan yang kedua, ini paling penting adalah memastikan validitas data.
Untuk validitas data, Riza menyebut hal itu kerap dianggap remeh dan disepelekan oleh para job seeker. "Simple problem but big things. Validitas data membuat Anda seolah-olah sulit mendapatkan pekerjaan, padahal pekerjaan itu sudah di depan mata," ujarnya kepada JawaPos.com di Jakarta, Jumat (27/9) malam WIB.
Bukan tanpa alasan validitas data menjadi penting diperhatikan bagi para pencari kerja. Sebab data yang jelas dan lengkap memang menentukan lama tidaknya mendapatkan panggilan kerja.
"Profil sudah bagus, dari pemilik bisnis dan HRD mungkin sudah memandang Anda sebagai kandidat cemerlang, tapi ketika dihubungi malah tidak bisa, dan akhirnya jadi tidak dapat pekerjaan, padahal pekerjaan sudah di depan mata. Makanya pastikan lagi validitas data," imbuhnya.
Validitas data di sini adalah kejelasan data diri, nomor atau kontak yang dapat dihubungi sudah tepat atau belum, alamat emailnya salah atau tidak, dan beberapa hal terkait data lainnya. Selain data, senantiasa meng-upgrade profil juga mutlak diperlukan bagi para job seeker agar profilnya selalu yang terbaru.
Jika data sudah lengkap, profil sudah paling anyar, para pencari kerja juga diminta untuk terus berevolusi. Berevolusi di sini menurut Riza adalah tidak terpaku pada hal-hal yang konvensional seperti mencari kerja dengan mengandalkan email.
"Mungkin beberapa tahun sebelumnya, mencari kerja sangat mengandalkan email, tapi sekarang email jadi hal yang sangat biasa. Orang sekarang setiap hari membuka email. Mereka harus mencari, apa yang lebih efektif, misalnya menggunakan platform pencari kerja," lanjutnya.
Selain juga menggunakan platform kolaborasi pencarian kerja, berevolusi di sini artinya Anda harus senantiasa mengimprovisasi skill atau kemampuan. "Yang namanya berevolusi, tidak hanya bisa berevolusi saat ini, tapi juga harus bisa menebak dan mempersiapkan diri tentang apa yang akan terjadi ke depannya. Persiapkan diri, improve skill," tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
