Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Februari 2019 | 02.58 WIB

Strategi BaBe Lawan Berita Palsu Lewat Machine Learning dan AI

Ilustrasi: berita palsu atau hoax. - Image

Ilustrasi: berita palsu atau hoax.

JawaPos.com – Berita palsu atau hoax yang beredar di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Penyebarannya pun semakin cepat berkat maraknya media sosial.


Hal itu diakui BaBe sebagai salah satu platform agregator berita di Indonesia. BaBe menyebut bahwa sirkulasi berita palsu yang menyebar semakin cepat berkat maraknya media sosial. Berdasarkan data dari NextWeb, Indonesia menempati peringkat ketiga di seluruh dunia dengan pengguna Facebook terbanyak (120 juta), dan peringkat keempat secara global dengan pengguna Instagram terbanyak (56 juta).


“Melalui data ini, jangan heran bila media sosial berubah menjadi media baru di Indonesia, dan bertambah rumit dengan adanya konsep ‘netizen’ yang jarang mengklarifikasi konten yang mereka baca di media sosial,” kata pihak BaBe dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/1).


BaBe mengaku sudah memiliki cara untuk mencegah berita palsu yang masuk ke platform mereka, yakni dengan teknologi machine learning dan artificial intelligence (AI). “Melalui sistem moderasi kelas dunia yang menggabungkan algoritma dengan tim evaluasi konten kami, BaBe dapat mencegat dan menghapus konten yang tidak terverifikasi pada platform BaBe, seperti tips kesehatan yang menyesatkan atau berita lama yang diunggah kembali,” ujar Content Operations Manager BaBe Indira Melik.


Dia menerangkan, teknologi BaBe juga telah dilatih untuk menemukan kata-kata ‘sensasional’, seperti judul berita clickbait yang memperingatkan tim moderasi konten lokal BaBe untuk ditinjau lebih lanjut. "Berita secara umum yang masuk di BaBe akan ditandai oleh kecanggihan teknologi yang dimiliki dalam mendeteksi kata-kata terkait, kemudian ditinjau kembali oleh tim BaBe dalam mengevaluasi berita tersebut,” terangnya.


Selain itu, BaBe juga terus mendorong pengguna untuk berbagi umpan balik membantu menandai setiap konten yang potensial untuk ditinjau lebih lanjut. “Memerangi berita palsu adalah tanggung jawab bersama. Jadi, ketika teknologi, aplikasi berita, penerbit, dan pemerintah telah berupaya mencegah penyebaran berita palsu, inilah saatnya bagi kita untuk mengambil bagian dalam kegiatan ini,” pungkas Indira.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore