Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Maret 2017 | 20.14 WIB

2019, 86 Persen Perusahaan Asia Pasifik Manfaatkan IoT

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com- Pemanfaatan Internet of Thing (IoT) pada masa depan sangat tinggi. Merujuk hasil penelitian Aruba, bagian dari perusahaan Hewlett Packard Enterprise, yang berjudul ‘The Internet of Things: Today and Tomorrow’ menyebutkan bahwa di 2019, 86 persen perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik akan menerapkan IoT apa pun bentuknya.



IoT adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer



Perusahaan mengadopsi IoT untuk meningkatkan keuntungan bisnis, seperti peningkatan efisiensi dan inovasi di sektor-sektor enterprise, industri, layanan kesehatan, ritel dan pemerintahan di seluruh dunia. Namun, Aruba memperingatkan bahwa menghubungkan ribuan benda ke jaringan-jaringan bisnis akan menghasilkan tantangan-tantangan keamanan baru. Ini mengakibatkan pembobolan keamanan bagi sebagian besar perusahaan di wilayah Asia Pasifik.



Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun 97 persen dari 1.150 responden di Asia Pasifik (Australia, Tiongkok, India, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan) mengerti tentang IoT, banyak responden belum paham mengenai definisi IoT yang sebenarnya dan manfaat IoT bagi perusahaan .



Saat mengamati manfaat bisnis dari IoT, Kevin Ashton, pencipta istilah ‘Internet of Things’, menemukan bahwa keuntungan nyata dari IoT melampaui ekspektasi awal di segala aspek. Di Asia Pasifik, harapan akan keuntungan ni tampak paling jelas di dua bidang kinerja utama: profitabilitas dan efisiensi bisnis.



”Sejak pengenalan perdananya di 1999, Internet of Things telah ditertawakan, dikritik, dan disalahpahami. Namun, kita telah sampai di titik di mana puluhan ribu perusahaan menghemat dan menghasilkan ratusan juta dolar dari Internet of Things,” Kata Asthon.


Dia menambahkan bahwa kita bisa menggunakan mobil yang dikemudikan sendiri. ”Juga stasiun kereta bawah tanah yang mengenali penumpang, algoritma yang mendiagnosa penyakit mematikan dengan menggunakan ponsel, dan banyak teknologi lainnya yang dahulu tampaknya mustahil,”ujar Ashton.



Chris Kozup, Vice President of Marketing Aruba, mengatakan bahwa dengan manfaat bisnis dari IoT yang melampaui ekspektasi, tidak mengherankan jika dunia bisnis akan beralih ke adopsi masal hingga tahun 2019. Namun, hanya mereka yang berhasil menerapkan IoT akan berada di posisi yang tepat untuk meraih keuntungan kompetitif.



Penelitian Aruba mengungkapkan berbagai tingkat kematangan IoT di sektor-sektor industri yang berbeda. Ada lima industri yang telah meraih manfaat bisnis yang nyata. Mulai dari pendekatan kasus pemanfaatan yang difokuskan hingga pengadopsian. Mereka adalah bidang hiburan, manufaktur, kesehatan, ritel, dan IT. (dio)




Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore