Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Agustus 2020 | 01.24 WIB

Jurus TikTok-TikTok di Dinding

ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS - Image

ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS

TAHUN Saka, siang hari, sebelum ada Borobudur. Gunung Merapi kelihatannya juga belum eksis.

Aku sudah berdiri di pelataran kedai yang sejak tempe garitnya kucolong bakulnya menjadi agak sinting. Setiap lelaki di muka kedainya bukan saja disenyuminya, tapi dijatuhcintainya pula. Sebelum ia jatuh cinta alami secara kilat, tempe curian sudah kukembalikan di nampan. Mendadak perempuan ayu itu mengurungkan cintanya padaku.

Segenggam tinju menohokku dari samping. Jotosan kilatnya hampir saja serambut menyerempet hidungku andai tak lekas-lekas aku ngeles begitu kurasakan udara samping terkuak. Anak muda itu terhuyung-huyung searah tinjunya. Menabrak dinding papan kayu nagasari, tapi langsung berdiri horizontal di dinding itu.

”Jangan ganggu dia!” geramnya seraya menuding bakul perawan tingting. ”Dia jodohku. Jauh-jauh aku datang dari masa depan sampai ke masa hidupmu sekarang untuk ikut pilkada. Ternyata zamanmu belum mengenal pilkada, karena zamanmu belum mengenal mata uang. Mataku lalu terantuk pandang pada perempuan yang tempenya gurih ini.”


Perawan tingting bakul warung menjerit tatkala pemuda bertangan kosong itu tidak saja menyerangku. Dia sudah merangsekku dengan pedang terhunus yang tiba-tiba muncul dari dinding. Mungkin karena baginya gerakan pemuda ini tak terduga dan begitu serta-mertanya. Gerak berkelebat yang cuma sanggup diemban oleh anak muda dengan ilmu silat berkelas.

Aku tahu. Ini jurus Tiktok-Tiktok di Dinding yang, sayangnya, bagiku terkesan lamban banget. Selambat gerakan bekicot. Sedangkan tangkisanku secepat bekicot memangsa tomat. Berpuluh kali lipat dari kecepatannya saat berjalan merambat. Kutangkis ia dengan jurus Ludah Kulit Udang Busuk. Cipratan ludahku yang sudah kumanterai bukan saja membelokkan pedangnya, tapi juga menimbulkan bau busuk walau tak sebusuk bau orang yang sok bermoral padahal bajingan.

Pemuda itu roboh. Darah birunya muncrat hingga mengenai kemben penutup belahan dada bakul kedai yang wajahnya terbengong-bengong menatapku.

”Jadi...jadi, engkau Pendekar Sastrajendra yang disebut-sebut para pengunjung kedaiku? Engkau sejatinya bukan pencuri? Engkau tak bermaksud mencuri tempeku? Jurus-jurusmu belum pernah kulihat di kedai ini sepanjang para pendekar silih berganti berkelahi. Pasti kamu mencuri tempe hanya agar jagabaya tak memajakiku tinggi-tinggi karena harga pajak tergantung dari jumlah tempe di atas nampan. Iyakah?”

Perawan yang bicara sambil menutup hidung-mulutnya itu tak kujawab. Hanya kubarter dengan batik, satu tempe yang telah rusak karena di bantaran sungai telah kupakai sebagai senjata pemungkas untuk menghabisi sepuluh jagabaya bayangan pemungut pajak mencekik.

Entah perempuan itu mau memelukku atau malah mau bersujud mencium kakiku, ia menghambur kepadaku.

”Pendekar, mayat ini bukanlah jodohku. Kenal saja aku tidak. Perempuan mana yang sudi menikah dengan lelaki gagal pilkada?”

Aku hanya mendengar lengkingannya memohon. Sebab, tubuhku sudah melenting jauh di balik bukit. Angin membawa suaranya padaku. Dari bau yang kuendus, angin membawa pula kabar padaku bahwa satu per satu warga mulai berkumpul di kedai itu. Mungkin mau mengurus penguburan pemuda itu. Atau mungkin pembakaran.

Di dusun itu hidup banyak wangsa. Setiap wangsa punya keyakinan lain-lain. Ada yang yakin memakan mayat, yang membakar mayat, yang membalsam mayat, dan lain-lain. Kadang mereka saling menyegel tempat ibadah dan kuburan pihak lain. Dan, tentu, di bawah pohon randu perawan tingting itu memviralkan kabar nonwabah bahwa baru lewat di dusun mereka seorang pendekar berkelas. (*)

*) Sujiwo Tejo tinggal di Twitter @sudjiwotedjo dan Instagram @president_jancukers

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore