Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Oktober 2020 | 22.43 WIB

PT KAI Daop 8 Surabaya Terapkan 2 Jenis Protokol Kesehatan

Petugas memberikan masker dan handsanitizer kepada penumpang kereta api Argo Parahyangan di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (28/9/2020). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75, PT KAI DAOP I memberikan apresiasi kepada pengguna jasa kereta api de - Image

Petugas memberikan masker dan handsanitizer kepada penumpang kereta api Argo Parahyangan di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (28/9/2020). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75, PT KAI DAOP I memberikan apresiasi kepada pengguna jasa kereta api de

Jawapos.com - Meski masih di masa pandemi, pengguna jasa kereta api selama long weekend sejak Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11) terus meningkat. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, PT KAI Daop 8 Surabaya terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Tidak hanya membatasi jumlah penumpang dan physical distance, face shield gratis juga disediakan bagi penumpang. Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan selama pandemi Covid-19 ini, pihaknya telah menetapkan dua jenis protokol kesehatan. Protokol tersebut wajib dilakukan oleh penumpang sesuai surat edaran No 14 tahun 2020.

“Dalam surat edaran tersebut, telah dijelaskan mengenai teknis dalam menjaga penumpang dari Covid-19. Ada dua protokol kesehatan, untuk KA lokal dan KA jarak menengah-jauh,” papar Suprapto pada Sabtu (31/10).

Bagi penumpah KA lokal, penumpang diwajibkan melakukan pengecekan suhu tubuh di ruang tunggu. “Wajib masker dan baju lengan panjang,” imbuh dia.

Peraturan berbeda diterapkan untuk penumpang KA Menengah dan jarak jauh. Selain melakukan pengecekan suhu tubuh dan mengenakan masker, mereka juga wajib menggunakan face shield selama perjalanan.

“Bagi penumpang yang lupa atau tidak memiliki, PT KAI Daop 8 Surabaya sudah menyediakannya. Namun, face shield hanya disediakan bagi penumpang dewasa. Kecuali untuk penumpang bayi atau yang masih kecil, harus membawa sendiri dari rumah masing-masing,” tutur dia.

Selain itu, penumpang jarak jauh juga harus membawa surat tes Covid-19. Yakni dengan hasil negatif, swab, serta non reaktif, rapid test. “Untuk penumpang jarak menengah atau jauh, selain daripada terapkan protokol kesehatan seperti penumpang KA lokal, mereka ditambah aturan membawa surat negatif swab atau non reaktif rapid,” jelasnya.

Ia berharap tes tersebut tidak hanya melindungi salah satu pihak, namun juga seluruh penumpang. Terlebih lagi, PT KAI Daop 8 Surabaya sudah bekerja sama dengan pihak terkait untuk menyediakan tempat rapid test bagi calon penumpang yang kesulitan melakukan tes Covid-19.

“Bagi penumpang yang ingin melakukan tes, bisa melakukan H-1 sebelum keberangkatan. Jadi jangan sampai tes di hari yang sama di keberangkatan atau tiga jam sebelumnya. dikhawatirkan ada antrian dan membuat penumpang tertinggal kereta,” tuturnya.

Untuk harganya sendiri, Suprapto memaparkan KAI menetapkan harga yang cukup terjangkau. “Kami bekerjasama dengan PT Rajawali Nusa Indonesia untuk tes rapid. Tes disediakan di lima stasiun. Yaitu Stasiun Gubeng, Pasar Turi, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, tarifnya 85.000,” tukasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=t3Nv7UmAF9o

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore