Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Oktober 2021 | 22.59 WIB

Kantor Campuspedia Sepi Usai Viral Anak Magang Dibayar Rp 100 Ribu

Ruangan yang biasa digunakan tim Campuspedia di Koridor Co-working Space. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Ruangan yang biasa digunakan tim Campuspedia di Koridor Co-working Space. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Sudah 7 hari tim startup Campuspedia tidak datang ke kantornya di Koridor Co-working Space Surabaya. Bagian kantor startup di Koridor Co-working Space di Gedung Siola Surabaya berada di dalam Co-working. Bagian tersebut berisi 8–10 ruangan.

Ketika tim JawaPos.com berkunjung ke kantor Koridor di lantai 3 Gedung Siola, ruangan yang biasa ditempati Campuspedia kosong. Tempat itu disediakan Pemerintah Kota Surabaya untuk startup yang berdiri dan berkembang di Kota Surabaya.

Tidak hanya Campuspedia yang menempati kantor tersebut. Beberapa stratup asli Surabaya juga disediakan tempat oleh Pemkot Surabaya.

Beberapa di antaranya adalah Riliv dan Re-Blood. Beberapa startup baru yang disaring pemkot dari kegiatan Startup Heroes juga berkantor di Koridor Co-working Space.

Ruangan kantor yang biasa digunakan tim Campuspedia itu berjarak tiga ruangan dari ruang utama. Ruangan tersebut berdinding kaca, lengkap dengan meja kayu berukuran 2x1 meter dan 8 kursi.

”Biasanya ngantor di sini. Tapi sudah seminggu nggak ke sini,” tutur salah satu tim keamanan Koridor yang enggan disebut namanya.

Menurut penuturan tim keamanan, biasanya tim Campuspedia bekerja di ruangan tersebut. Sedangkan karyawan magang menempati kursi panjang di luar ruangan.

”Kalau ada yang magang, biasanya duduk di situ. Jadi kadang ramai,” tutur dia.

Namun, sudah seminggu ini tim Campuspedia tidak muncul. Tim keamanan juga tidak tahu alasannya. ”Mereka kan bebas bisa datang atau enggak tiap hari. Jadi kami nggak tahu,” ucap dia.

Sebelumnya, seorang karyawan magang di Campuspedia bercerita di Twitter bahwa dia hanya dibayar Rp 100.000 per bulan selama magang. Karena mundur sebelum masa magang berakhir, dia dikenakan penalti sebesar Rp 500.000.

Atas hal tersebut, Akbar Maulana, CEO Campuspedia menulis surat pernyataan yang diunggah ke akun Twitter @campuspedia_id. Berikut isi surat tersebut.

Menanggapi berita yang sedang ramai diperbincangkan, saya Akbar mewakili Campuspedia dengan rendah hati meminta maaf sebesar-besarnya kepada semau pihak yang telah kami kecewakan atas pemberitaan yang beredar di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, izinkan kami menyampaikan beberapa poin di bawah ini.


  1. Teruntuk teman-teman magang Campuspedia, saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas peran dan kontribusi terbaik teman-teman magang. Saya juga meminta maaf atas ketidaknyamanan dan kekurangan diri pribadi dan sistem magang.

  2. Penalti sebesar 500k bagi peserta magang yang mengundurkan diri sebelum masa internship berakhir, pada 3 periode magang (April 2020–Maret 2021). Sebelum dan setelah periode tersebut tidak ada denda ketika mengundurkan diri dari program magang, kami terus melakukan evaluasi tergadap kebijakan kami.

  3. Untuk saat ini kami akan menghentikan proses rekrutmen dan fokus memperbaiki sistem.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore