
GERAK CEPAT: Petugas membongkat saluran yang tersumbat. Tumpukan sampah lantas diangkut agar aliran air kembali lancar. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com − Sejak Kamis (26/11) pukul 10.30, langit Surabaya tak lagi cerah. Awan gelap seperti bergelantungan. Salah satunya di kawasan Sukomanunggal, Tandes, Benowo, hingga Margomulyo.
Curah hujan tampak lebat. Sesekali angin berembus kencang. Petir terdengar beberapa kali. Hujan sedikit mereda pukul 12.17. Namun, tak berselang lama atau pukul 13.40, kembali turun hujan dengan intensitas lebih ringan.
Di beberapa wilayah muncul genangan pascahujan. Misalnya, di sekitar flyover Pasar Kembang dan depan Kelurahan Putat Jaya. Meski tak berlangsung lama, ketinggian genangan sampai mata kaki.
Bahkan, beberapa rumah warga di bawah flyover Pasar Kembang terendam.
Salah seorang pengguna jalan Surya Prima mengatakan, genangan di Putat tidak lama, tapi sempat membuat pengendara berhenti. Terutama yang membawa motor. Sebab, mereka khawatir genangan tersebut membuat motor mogok.
Kepala Bidang Kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Arif Rusman menuturkan, genangan berlangsung kurang dari 15 menit. Hal tersebut terjadi tak lain karena volume air hujan yang tinggi. Akibatnya, air yang masuk ke saluran harus gantian.
Apalagi, beberapa titik diperkirakan tersumbat. Penyebabnya tak lain adalah sampah. Pembersihan langsung dilakukan agar genangan segera surut. ”Sejak kemarin, fokus kami adalah gorong-gorong dan box culvert,” terangnya kemarin.
Arif menyatakan, sejak pagi pihaknya membongkar saluran di sekitar Royal Plaza dan Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo. Sampah plastik yang menyumbat lantas diangkut. Begitu juga di sekitar kawasan Diponegoro. Tim membersihkan saluran hingga jalan. Khususnya dari sampah ranting. Di lokasi tersebut memang sering terjadi genangan. Apalagi saat hujan lebat.
Petugas berfokus pada saluran air. Terutama yang berada di sekitar permukiman padat penduduk. Sebab, banyak sekali sampah yang ditemukan di sana. Bahkan, mereka pernah mengangkat sebuah kasur. ”Ini yang bikin parah penyumbatan,” terang Arif.
Di samping itu, saluran sering ditutup tembok. Akibatnya, aliran air terganggu. Arif menuturkan, sampah menjadi penyumbat utama air tidak lancar. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim yustisi sampah. Dengan harapan, masyarakat bisa jera dan tidak lagi membuang sampah di saluran.
DKRTH juga menerjunkan satgas gorong-gorong. Jumlahnya fleksibel. Yang jelas, ketika cuaca mulai mendung, tim tersebut harus bersiap. ”Ada 70 satgas setiap turun hujan. Mereka disebar di semua titik,” ucap Arif.
Selain di flyover Pasar Kembang dan depan kantor Kelurahan Putat Jaya, genangan juga terjadi di kawasan Mayjen Sungkono. Air menggenang di jalur selatan. Ketinggian genangan mencapai setengah ban mobil. Dalam waktu 28 menit, genangan berhasil surut.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
